TITIKTEMU.CO – Pihak berwenang Lithuania meminta warganya untuk tidak membeli ponsel China dan membuang yang sudah terlanjur beli, setelah beredarnya sebuah laporan yang mengklaim kemungkinan terpasangnya kemampuan sensor pada produk elektronik China.
Dilansir dari Anadolu Agency, berdasar laporan yang dirilis Badan Keamanan Siber Lithuania, ponsel yang diproduksi oleh raksasa elektronik China, Xiaomi, memiliki alat sensor bawaan untuk mengenali berbagai istilah, termasuk "Bebaskan Tibet," "Hidup kemerdekaan Taiwan", dan "gerakan demokrasi".
"Perangkat lunak sensor di ponsel Xiaomi Mi 10T 5G telah dimatikan di wilayah Uni Eropa, tetapi dapat diaktifkan dari jarak jauh kapan saja," terang badan itu.
Baca Juga: Dokter Klinik Ditangkap Polisi Gara-gara Rekam Pembantunya di Toilet Pakai Ponsel
“Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel China baru, dan menyingkirkan yang sudah dibeli sesegera mungkin,” kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius.
Hubungan antara Lithuania dan China memburuk baru-baru ini setelah Beijing menarik duta besarnya pada bulan Agustus. Penarikan dubes dilakukan setelah Vilnius memutuskan mendirikan kantor diplomatik baru di Taiwan. China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sekaligus bagian dari negara itu.***
Artikel Terkait
China Bikin Aturan Tegas yang Melarang "Cowok Melambai" Tampil di Televisi
Dianggap Jelek dan Merusak Pemandangan, Patung Raksasa Jenderal China Dipindahkan
Hacker China Dilaporkan Bobol Jaringan 10 Kementrian dan Lembaga Indonesia, Termasuk BIN!
Bukan Cuma Indonesia, Ternyata Australia juga Babak Belur Diretas Hacker China
TikTok di China Perketat Pengguna Remaja di Bawah Usia 14 Tahun, Cuma Boleh TikTokan 40 Menit Sehari