China melarang pria bergaya feminim tampil di televisi, agar tidak memengaruhi para lelaki muda di negara itu mengikuti perilaku yang dinilai tidak maskulin.
Berdasarkan laporan Washington Examiner, pemerintah China juga menyerukan kepada stasiun TV untuk mempromosikan "budaya revolusioner". China menyebut langkahnya ini sebagai kampanye untuk memperketat kontrol dan menegakkan moralitas.
Baca Juga: Celana Dalam Bekas Michael Jordan Dilelang Rp7.1 Juta, Harganya Masih Kalah Sama Celana Dalam Dinar Candy?
Seorang regulator pemerintah mengatakan, stasiun TV harus tegas mengakhiri penampilan "cowok cantik" dan estetika tak normal lainnya. Stasiun TV China juga diperintahkan untuk menghindari tayangan selebriti internet vulgar, serta nafsu akan kekayaan.
Partai Komunis China (PKC) memandang tren "cowok melambai" sebagai perhatian yang tidak sehat terhadap selebriti, termasuk bagi bintang dan aktor K-Pop serta Jepang yang terlihat lebih feminin.
Baca Juga: Merpati Jenis ini Tidak Bisa Terbang, Cuma Bisa Guling-guling di Tanah
Kebijakan ini dibuat dalam rangka peremajaan nasional Partai Komunis China, di mana setiap selebriti yang dianggap melanggar ketertiban umum atau kehilangan moralitas akan dihukum.
PKC menyarankan agar televisi nasional dengan penuh semangat mempromosikan budaya tradisional China yang sangat baik, budaya revolusioner, dan budaya sosialis yang maju.***