Selanjutnya Presiden menyerukan agar dunia serius melawan intoleransi, terorisme dan perang.
“Perdamaian dalam keberagaman, jaminan hak perempuan dan kelompok minoritas harus ditegakkan,” tegas Jokowi.
Presiden Jokowi menyebut kasus kekerasan perempuan di Afganistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik di Myanmar harus menjadi agenda semua negara.
“Mereka puya harapan besar. Kita harus menjawab dengan langkah nyata. Itulah kewajiban di pundak kita, kewajiban memberikan harapan masa depan dunia,” tandasnya.***