internasional

Diplomasi di Tengah Asap Perang: Israel dan Lebanon Bersiap Duduk Satu Meja di Washington

Sabtu, 11 April 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi Israel dan Lebanon akan berunding di Washington (Reuters)

Namun pada awalnya Israel menolak tawaran tersebut karena menilai pemerintah Lebanon tidak memiliki kekuatan politik yang cukup untuk melucuti senjata Hezbollah tanpa memicu konflik internal di negara itu.

Perubahan sikap Israel terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik mereka sementara waktu.

Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Presiden Trump disebut mendorong Israel untuk mengurangi serangan terhadap Hezbollah agar proses diplomasi dapat berjalan.

Tak lama setelah itu, Netanyahu mengumumkan bahwa Israel siap memulai perundingan dengan Lebanon.

Baca Juga: Dua Tanker Indonesia Masih Tertahan di Hormuz, Pemerintah Terus Negosiasi dengan Iran

Siapa yang Akan Memimpin Negosiasi

Pertemuan awal di Washington direncanakan mempertemukan dua diplomat utama dari kedua negara.

Israel akan diwakili oleh duta besarnya untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, sementara Lebanon akan mengirimkan duta besarnya, Nada Hamadeh Moawad.

Dalam tahap selanjutnya, Israel juga menunjuk mantan menteri urusan strategis, Ron Dermer, sebagai tokoh yang kemungkinan akan memimpin proses negosiasi lebih luas.

Sementara itu Lebanon menunjuk mantan duta besarnya untuk Amerika Serikat, Simon Karam, sebagai kepala delegasi untuk pembicaraan lanjutan.

Meski demikian, kedua tokoh tersebut diperkirakan belum akan hadir dalam pertemuan awal pekan depan.

Perbedaan Tujuan Kedua Negara

Israel memasuki perundingan dengan dua tujuan utama: melucuti senjata Hezbollah dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Lebanon.

Namun Israel menegaskan bahwa operasi militernya terhadap Hezbollah tidak akan dihentikan sepenuhnya sebelum tujuan tersebut tercapai.

Di sisi lain, Lebanon menilai gencatan senjata harus menjadi langkah pertama sebelum pembicaraan lebih jauh dapat dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini