The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horor Adaptasi Urban Legend Belitung

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 9 April 2026 | 21:27 WIB
The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horor Adaptasi Urban Legend Belitung. (Sinemata Buana Kreasindo)
The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horor Adaptasi Urban Legend Belitung. (Sinemata Buana Kreasindo)

TITIKTEMU.CO - Film horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat The Bell: Panggilan untuk Mati. Film mengangkat urban legend dari Belitung.

Diproduksi Sinemata Buana Kreasindo, film horor garapan sutradara Jay Sukmo ini menghadirkan sosok menyeramkan bernama Penebok, hantu tanpa kepala.

Legenda cerita rakyat setempat ini dipercaya berkaitan dengan sejarah kelam pertambangan timah di masa colonial di Belitung.

Berbeda dari film horor yang menampilkan pocong atau kuntilanak, film ini mengeksplorasi kekayaan folklor lokal. Pendekatan ini membuka peluang bagi cerita-cerita daerah dikenal lebih luas.

Baca Juga: Perfect Crown Berapa Episode? Simak Sinopsis dan Fakta Menariknya

Folklor Lokal Sarat Misteri

Atmosfer mencekam sudah terasa sejak perilisan poster film. Sosok Penebok digambarkan sebagai hantu tanpa kepala dengan gaun merah mencolok sekaligus menyeramkan.

Produser eksekutif Budi Yulianto mengungkapkan ide cerita berawal dari pengalaman pribadinya saat mengunjungi kawasan bersejarah peninggalan Belanda di Bukit Samak, Manggar, Belitung Timur.

Legenda Penebok sendiri sudah lama hidup di tengah masyarakat. Sejak kecil, anak-anak di Belitung kerap diingatkan untuk tidak bermain terlalu jauh ke hutan karena takut diculik Panebok.

Baca Juga: Tembus 11 Juta Penonton, Agak Laen 2 Cetak Sejarah, Lanjut Film Ketiga? 

Eksplorasi Budaya dan Keindahan Alam Belitung

Horor Indonesia memang punya potensi besar yang belum sepenuhnya digali. Salah satunya Penebok yang bisa menjadi ikon baru dalam dunia film horor Indonesia.

Salah satu elemen menarik dalam cerita ini adalah mitos tentang larangan membunyikan lonceng setelah pukul enam sore. Ini menjadi bagian penting dalam membangun suasana mistis sepanjang film.

Pemilihan Belitung sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Selain memiliki kedekatan emosional, daerah ini juga menyimpan banyak cerita rakyat yang belum banyak diangkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X