Sebaliknya, Iran j membatasi serangan hanya pada target militer. Dia juga membantah tuduhan Iran menyerang fasilitas nonmiliter atau kepentingan negara tetangga.
Iravani mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah laporan serangan yang diduga mengenai lokasi sipil.
Dia menyebur beberapa insiden kemungkinan terjadi akibat gangguan sistem pertahanan udara yang menyebabkan rudal meleset dari sasaran yang dimaksud.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Disebut Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Majelis Ahli Gelar Rapat Rahasia
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Situasi semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama konflik.
Kematian tokoh penting ini memicu ketegangan politik baru di dalam negeri Iran, sekaligus meningkatkan perhatian internasional terhadap stabilitas kawasan.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menuntut Iran untuk menyerah tanpa syarat untuk mengakhiri perang.
Trump juga menyatakan Amerika Serikat ingin terlibat dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru. Hal itu penting agar kepemimpinan baru Iran diterima komunitas internasional.
Baca Juga: Kabar dari Iran: Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel?
Iran Tolak Campur Tangan Asing
Duta Besar Iran untuk PBB menyebut tuntutan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip non-intervensi yang diatur dalam Piagam PBB.
Menurut Iravani, pemilihan pemimpin tertinggi Iran akan tetap dilakukan sesuai dengan mekanisme konstitusional yang berlaku di negara yang bersangkutan.
Dia menegaskan proses politik di Iran sepenuhnya merupakan urusan internal yang tidak boleh dicampuri oleh negara lain.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Disebut-sebut Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran