Kontroversi Pengangkatan 1989
Setelah wafatnya Khomeini pada Juni 1989, Iran menghadapi kekosongan kepemimpinan. Nama Khamenei muncul sebagai kandidat kompromi, meski saat itu ia belum menyandang gelar Grand Ayatollah sebagaimana dipersyaratkan konstitusi.
Baca Juga: Daftar Hotline Darurat KBRI dan KJRI di Timur Tengah untuk WNI Terdampak Konflik 2026
Referendum konstitusi kemudian menghapus syarat tersebut, membuka jalan bagi pengangkatannya oleh Majelis Ahli. Sejak saat itu, ia memegang kendali atas kebijakan strategis negara dan memperkuat posisinya melalui pengaruh besar terhadap militer dan lembaga politik.
Poros Perlawanan dan Ketegangan dengan Barat
Di panggung internasional, kebijakan luar negeri Khamenei berfokus pada strategi “perlawanan terhadap imperialisme Barat”. Iran memperluas pengaruhnya melalui jaringan aliansi regional yang dikenal sebagai Poros Perlawanan, mencakup kelompok dan pemerintahan sekutu di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Suriah.
Namun, dinamika kawasan berubah drastis setelah konflik Gaza 2023 dan meningkatnya serangan terhadap sekutu-sekutu Iran. Ketegangan memuncak pada 2025 ketika Israel melancarkan serangan besar ke fasilitas strategis Iran, diikuti keterlibatan langsung AS.
Gelombang Protes dan Krisis Dalam Negeri
Situasi domestik Iran juga diliputi krisis. Pada akhir 2025 hingga awal 2026, protes besar meletus akibat inflasi tinggi, melemahnya nilai tukar rial, dan krisis energi. Demonstrasi yang awalnya dipicu persoalan ekonomi berkembang menjadi tuntutan perubahan politik.
Baca Juga: HP yang Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Smartphone Tahan Lama 2026 Lengkap dengan Harga Terjangkau
Pemerintah merespons dengan langkah represif, termasuk pemutusan akses internet dan tindakan keras aparat keamanan. Data korban jiwa berbeda antara klaim resmi pemerintah dan laporan media internasional.
Negosiasi Nuklir dan Serangan Terakhir
Di tengah tekanan domestik dan internasional, negosiasi terkait program nuklir Iran kembali berlangsung. Namun, pembicaraan menemui jalan buntu setelah Iran menolak membahas pembatasan program rudal balistik dan pengayaan uranium.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan yang menghancurkan sejumlah target utama, termasuk kediaman Khamenei. Serangan tersebut menewaskan sang Pemimpin Agung dan menandai babak baru dalam dinamika politik Iran.
Penutup Era Panjang
Artikel Terkait
Pasar Murah Ramadhan 2026 di Kalibaru Banyuwangi Diserbu Warga, Harga Sembako Turun Jauh di Bawah Pasaran
HP yang Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Smartphone Tahan Lama 2026 Lengkap dengan Harga Terjangkau
Arsenal Tundukkan Chelsea 2-1 di Derby London, Kokoh di Puncak Klasemen Premier League
Daftar Hotline Darurat KBRI dan KJRI di Timur Tengah untuk WNI Terdampak Konflik 2026
Profil dan Biodata Ayatollah Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Agung Iran 1989–2026
Profil Ayatollah Alireza Arafi: Pemimpin Baru Iran Usai Wafatnya Ali Khamenei