Pidato Netanyahu di PBB Singgung Prabowo, Walk Out Warnai Sidang Umum

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 28 September 2025 | 20:38 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) menyinggung pidato pro Palestina yang disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) di PBB. (Instagram.com / @b.netanyahu - @prabowo)
PM Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) menyinggung pidato pro Palestina yang disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) di PBB. (Instagram.com / @b.netanyahu - @prabowo)

TITIKTEMU.CO - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi kepala negara pertama yang berbicara pada hari keempat Sidang Umum PBB di New York, Jumat (26/9/2025) waktu setempat.

Dalam pidato berdurasi sekitar 40 menit itu, Netanyahu menyinggung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya solusi dua negara bagi perdamaian Israel-Palestina.

Momen tersebut disertai ketegangan di aula sidang. Sejumlah delegasi memilih walk out sebelum Netanyahu berbicara, sementara di luar gedung, demonstran pro-Palestina menyerukan tuntutan “Free Palestine” dan mendesak penangkapan Netanyahu atas agresi Israel di Gaza.

Baca Juga: Host Live Streaming Jadi Profesi Paling Dicari 2025, Gen Z Punya Peluang Besar

Di hadapan aula yang sebagian kursinya kosong, Netanyahu menyebut pidato Prabowo sebagai “kata-kata penyemangat”. Ia menyinggung posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sebagai pertanda kemungkinan perubahan peta diplomasi.

“Saya mencatat kata-kata penyemangat yang diucapkan Presiden Indonesia. Indonesia adalah negara Muslim terbesar, dan ini pertanda besar akan apa yang akan terjadi,” ujar Netanyahu, dikutip Times of Israel, Sabtu (27/9/2025).

Sebelumnya, dalam pidatonya di PBB pada Selasa (23/9/2025), Prabowo menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus jaminan keamanan Israel.

Baca Juga: Kasus Dugaan Fitnah: Hera Enica Lubis Resmi Polisikan Ferry Irwandi ke Polda Sumut

“Untuk mewujudkan Palestina yang merdeka, kita juga harus mengakui dan menjamin keamanan Israel,” kata Prabowo.

Menurutnya, hanya dengan solusi dua negara, perdamaian sejati tanpa kebencian maupun kecurigaan dapat diwujudkan.

Netanyahu juga menyindir beberapa negara yang vokal membela Palestina.
“Banyak dari mereka yang berperang melawan Israel hari ini akan pergi besok,” ujarnya.

Selain itu, Netanyahu menjajakan kerja sama teknologi sebagai daya tarik diplomasi. Ia menekankan bahwa negara-negara Arab dan Muslim yang menjalin hubungan dengan Israel bisa mengakses teknologi canggih di bidang kedokteran, sains, pertanian, air, pertahanan, hingga kecerdasan buatan.

Baca Juga: BGN Larang Makanan Kemasan di MBG, UMKM Lokal Jadi Andalan Menu Sehat Anak Sekolah

Indonesia melalui Prabowo menegaskan tetap pada posisi mendorong solusi damai. Ia menekankan bahwa pengakuan terhadap Israel hanya akan diberikan jika Palestina terlebih dahulu meraih kedaulatan penuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X