Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Prabowo Turun Tangan dan BGN Siapkan Investigasi Ketat

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 28 September 2025 | 20:18 WIB
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN hingga penyelesaiannya untuk atasi kasus keracunan MBG.  (Instagram/badangizinasional.ri)
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN hingga penyelesaiannya untuk atasi kasus keracunan MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)

TITIKTEMU.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu prioritas pemerintah kini kembali menuai perhatian publik. Bukannya sepenuhnya membawa manfaat, justru sejumlah kasus keracunan dilaporkan terjadi di berbagai daerah, dengan korban mencapai ratusan hingga ribuan orang, bahkan ada yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Situasi ini memaksa pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah serius untuk mengusut penyebab sekaligus memperbaiki sistem pelaksanaan program.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya memantau perkembangan kasus meski baru pulang dari kunjungan luar negeri. Setibanya di Jakarta, ia langsung menyatakan akan memanggil Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama sejumlah pejabat terkait.

Baca Juga: Kementerian BUMN Resmi Berubah Jadi Badan Pengaturan, Begini Nasib ASN dan Bedanya dengan Danantara

“Ini masalah besar, tentu ada kekurangan dari awal. Tapi saya yakin kita bisa menyelesaikannya dengan baik,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (27/9/2025).

Ia juga meminta semua pihak agar tidak menjadikan kasus ini sebagai bahan politik. Menurutnya, tujuan utama MBG adalah membantu anak-anak Indonesia, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi.

“Kita harus waspada, jangan sampai dipolitisasi. Banyak anak-anak yang hanya makan nasi dengan garam. Program ini hadir untuk menjawab kesenjangan itu,” tegasnya.

Baca Juga: IKN Siap Jadi Ibu Kota Politik 2028: Jokowi Dukung, AHY Kawal, DPR Masih Kaji Perpres Prabowo

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa tujuan MBG tidak berubah: memastikan anak-anak mendapatkan gizi layak demi terwujudnya generasi emas Indonesia.

“Niat kami adalah memberi keadilan gizi bagi anak-anak. Tapi kami juga mengakui ada masalah besar yang muncul, dan itu jadi tanggung jawab kami untuk membenahi,” ungkap Nanik dengan nada emosional saat konferensi pers di Jakarta (26/9/2025).

Sebagai langkah korektif, BGN akan memperketat verifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Selama ini verifikasi hanya lewat foto. Ke depan, tim akan turun langsung untuk memeriksa kondisi dapur. Jika ditemukan pelanggaran, dapur akan langsung ditutup,” tegas Nanik saat ditemui di Bogor (25/9/2025).

Baca Juga: Rekam Jejak Prestasi Jonatan Christie Usai Juara Korea Open 2025: Konsisten di Level Dunia

Untuk memastikan akar masalah, BGN membentuk Tim Investigasi Khusus yang dipimpin langsung oleh Nanik. Tim ini beranggotakan ahli kimia, farmasi, dan kesehatan yang akan meneliti mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: bgn.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X