Jadi Perhatian Dunia, Media Global Soroti Langkah RI Wujudkan Ambisi Pusat AI di Asia Tenggara

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Unsplash.com/@ImmoWegmann)
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Unsplash.com/@ImmoWegmann)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah Republik Indonesia dikabarkan sedang menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Tanah Air.

Langkah ambisius ini bahkan mendapat sorotan dari media internasional Reuters, yang menilai strategi tersebut sebagai upaya menjadikan Indonesia pusat teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu program utama yang tengah dibahas adalah pembentukan sovereign AI fund—dana khusus yang akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek dan infrastruktur pendukung ekosistem AI nasional. Target jangka panjangnya adalah menjadikan Indonesia pemain kunci dalam industri AI regional.

Baca Juga: Penjualan Mobil Juli 2025 Meroket, Daftar 5 Model Terlaris di Pasar Otomotif Indonesia

Menurut laporan Reuters, Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, akan meluncurkan peta jalan nasional AI pertamanya.

Peta jalan ini merupakan bagian dari strategi untuk ikut bersaing dalam perlombaan pengembangan AI dan produksi chip global.

Reuters juga membandingkan langkah Indonesia dengan Malaysia, yang sebelumnya berhasil mengamankan investasi miliaran dolar dari perusahaan teknologi raksasa dunia untuk membangun infrastruktur layanan cloud dan AI.

Informasi mengenai rencana pembentukan sovereign AI fund ini terungkap dalam dokumen setebal 179 halaman berisi peta jalan AI nasional.

Baca Juga: Nikita Mirzani Laporkan Dugaan Suap Aparat Hukum ke KPK, Sebut Libatkan Pihak Reza Gladys

Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Danantara Indonesia, yang saat ini memiliki aset lebih dari 900 miliar dolar AS atau setara Rp14.664 triliun.

Meski belum ada rincian pasti mengenai jumlah dana yang dibutuhkan, pemerintah memperkirakan program ini akan berjalan pada periode 2027–2029.

Skema pendanaan direncanakan menggunakan model kemitraan publik-swasta dengan insentif fiskal tambahan bagi investor domestik di sektor AI.

Dokumen yang sama juga mengungkap bahwa adopsi AI di Indonesia masih berada pada tahap awal. Beberapa perusahaan besar seperti Huawei dan GoTo turut memberikan masukan dalam penyusunan strategi nasional ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X