Netanyahu Keracunan Makanan, Kondisinya Kini Disorot di Tengah Desakan Hentikan Agresi ke Palestina

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 22 Juli 2025 | 11:50 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.  (Instagram.com/@b.netanyahu)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Instagram.com/@b.netanyahu)

TITIKTEMU.CO - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah menjalani masa pemulihan setelah dikabarkan mengalami keracunan makanan.

Kabar ini disampaikan secara resmi oleh Kantor Perdana Menteri Israel pada Minggu, 20 Juli 2025.

Netanyahu jatuh sakit pada malam sebelumnya dan setelah menjalani pemeriksaan medis, ia dinyatakan mengalami dehidrasi serta radang usus.

Tim medis pun menyarankan pemberian cairan infus dan istirahat total.

> “Sesuai anjuran tim dokter, Perdana Menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari, namun tetap akan menangani tugas pemerintahan dari kediamannya,” tulis pernyataan resmi seperti dikutip dari Reuters, Senin, 21 Juli 2025.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Resmi Calonkan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian 2025

Isu Kesehatan Kembali Menjadi Sorotan

Kondisi kesehatan Netanyahu kembali memicu perhatian publik internasional, terutama di tengah situasi politik dan militer yang memanas akibat agresi Israel terhadap Palestina.

Banyak pihak mempertanyakan efektivitas kepemimpinannya di saat negara berada dalam tekanan diplomatik global.

Baca Juga: Ayatollah Khamenei Klaim Kemenangan, Sebut Israel Nyaris Runtuh

Riwayat Kesehatan: Pernah Pasang Alat Pacu Jantung

Ini bukan kali pertama Netanyahu mengalami gangguan kesehatan serius. Pada Juli 2023, ia sempat dirawat secara intensif karena gangguan jantung.

Ia mengungkapkan bahwa alat pemantau detak jantung yang ia gunakan sebelumnya mendeteksi adanya kelainan, yang kemudian mengharuskan pemasangan alat pacu jantung.

> “Seminggu sebelumnya saya pasang alat pemantau, dan saat alat itu memberi sinyal, saya harus segera menjalani pemasangan alat pacu jantung malam itu juga,” kata Netanyahu saat itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X