Ketegangan Bermula dari Serangan di Kashmir
Ketegangan antara India dan Pakistan yang sudah lama berlangsung kembali memanas setelah insiden berdarah di Kashmir pada 22 April 2025.
Baca Juga: Menang di El Clasico, Ada Peluang Barcelona Memastikan Gelar La Liga Spanyol Pekan Ini
Serangan di dekat kota wisata Pahalgam menyebabkan 26 orang tewas.
Kelompok militan Front Perlawanan yang memiliki afiliasi dengan jaringan teror mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut, meskipun tuduhan itu langsung dibantah oleh pemerintah Pakistan.
India Luncurkan Operasi Militer: Operasi Sindoor
Sebagai tanggapan terhadap insiden tersebut, Kementerian Pertahanan India pada 7 Mei 2025 mengumumkan pelaksanaan Operasi Sindoor.
Tujuannya adalah menghancurkan fasilitas yang diduga digunakan oleh kelompok teroris di wilayah Pakistan.
India mengklaim operasi tersebut menewaskan 70 anggota kelompok bersenjata tanpa menyasar pangkalan militer resmi Pakistan.
Baca Juga: Kabar Duka dari Tanah Suci: Delapan Jemaah Haji Indonesia Wafat hingga 10 Mei 2025
Namun, militer Pakistan menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan 31 orang meninggal dan melukai sedikitnya 57 orang lainnya.
Konflik yang kembali membara setelah gencatan senjata menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di kawasan tersebut.
Meskipun telah dimediasi oleh kekuatan dunia seperti Amerika Serikat, solusi jangka panjang antara dua negara bersenjata nuklir ini masih tampak jauh dari kenyataan.***
Artikel Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat ke Trump, Tekankan Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Hanya Beberapa Jam Setelah Donald Trump Dilantik jadi Presiden, AS Putuskan Keluar dari Anggota WHO, Ini Alasannya
Trump Tetap Ngotot Pindahkan Lakukan Relokasi, Warga Palestina Tetap Ingin Hidup di Antara Sisa Puing-puing
Donald Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Kebijakan Trump Setop Bantuan Obat Berdampak ke Indonesia, Akankah Angka HIV di Indonesia akan Meningkat?
Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah": Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan
Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI
Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas
Menko Airlangga Hartarto Tanggapi Dampak Tarif Trump ; RI dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat Proyek AZEC, Hadapi Dampak Tarif Trump