Gus Yahya kemudian menekankan kepada masyarakat luas agar identitas dan seruan-seruan agama jangan terus digunakan untuk memupuk dan mengembangkan permusuhan.
“Inspirasi agama tentang rahmah dan keadilan universal harus dikedepankan untuk menggulirkan upaya resolusi konflik di semua tingkatan, baik di tingkat struktur politik maupun di tingkat komunitas,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.***
Artikel Terkait
PBNU Menginisiasi Dialog Antar Budaya di KTT ASEAN
Ketum PBNU: Jangan Ada Satupun Calon Atasnamakan NU !
PBNU akan Gelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang akan Dibuka Presiden Joko Widodo