TITIKTEMU.CO - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memeriksa lima orang saksi terkait kasus pencurian cokelat dan intimidasi terhadap karyawan Alfamart. Korban diancam oleh perempuan bernama Mariana, yang kedapatan mengambil barang tanpa membayar.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Aldo Primananda Putra mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari manajemen Alfamart,
Senin (15/8/2022).
"Kita sudah menerima laporan terkait pencurian cokelat di Alfamart Sampora, sejauh ini sudah diperiksa lima saksi," jelas AKP Aldo di Mapolres Tangerang Selatan, seperti dilansir pmjnews.com.
Baca Juga: Diperingati Tiap Tanggal 14 Agustus, Pramuka Wajib Mengenal Tingkatan, Syarat dan Tanda Kecakapannya
Dia menambahkan, para saksi yang diperiksa merupakan pegawai minimarket Alfamart Sampora, Cisauk. Selanjutnya polisi juga akan memanggil pihak terlapor untuk diambil
keterangannya.
"Saksi lima itu, kasir, petugas toko yang ada di TKP. Dan semua (peristiwa pencurian) terekam di CCTV (toko)," ujarnya.
Menurut Aldo, terlapor atas nama Mariana diduga melakukan pencurian tiga batang cokelat dan dua botol shampo dari toko tersebut. Dari pengakuan para saksi, semua barang yang telah dicuri itu telah dilunasi pelaku dan keluarga.
Baca Juga: Formasi Lengkap Paskibraka 2022 Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka, Ini Daftarnya
Diberitakan sebelumnya, pihak Alfamart melaporkan perempuan yang diduga mencuri cokelat dan mengancam melaporkan pegawainya serta membuat video klarifikasi.
“Pihak Alfamart sedang membuat laporan di Polres,” ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu saat dihubungi.
Sarly menambahkan, pihak Alfamart sedang membuat dua laporan ke polisi, yakni terkait tindakan pencurian dan ancaman. “Dari pelapor tadi akan membuat dua LP.
Satunya pencurian dan lainnya intimidasi,” paparnya.***
Artikel Terkait
Cokelat Batangan dari Kota Batang Yang Sangat Berkualitas. Bisa untuk Hadiah Valentine Day nih!
Bharada E Akhirnya Berani Ungkap Rekayasa Skenario Baku Tembak dengan Brigadir J
Ferdy Sambo Akui Rekayasa Kasus Penembakan Brigadir J: Demi Menjaga dan Melindungi Marwah Keluarga
Istri Ferdy Sambo Belum Respon Pertanyaan, LPSK Belum Bisa Penuhi Permohonan Perlindungan kepada Putri
Komnas HAM: Sambo Akui Rekayasa Informasi dan Konstruksi Tembak Menembak
Polri Hentikan Penyidikan Dugaan Pelecehan Seksual Istri Sambo. Dianggap Halangi Penyidikan Kasus Brigadir J
LPSK Tolak Permohonan Putri Candrawathi, Penuhi Permintaan Perlindungan Bharada E. Begini Alasannya
Polisi Siap Tindak Lanjuti Kasus Perseteruan Pegawai Alfamart dan Wanita yang Diduga Pengutil