"Satu malam saya dan Yosua minum 3 botol Martell. Padahal 1 botol Rp 2 juta. Bawa uang belasan juta, habis 20 juta buat bayar cewek dan pelayan. Habis minum, kami ke hotel di Kemang. Ada cewe berinisial VTA, dengan saya dan Yosua, pesan 1 kamar. Dalam posisi mabuk. Dalam kamar, temen-temen tentu tau apa yang dilakukan. Yosua berulang kali melakukan hal itu. Kadang jalan sendiri juga," ungkapnya.
Baca Juga: Walaupun Rilis Album Solo, Jin Bts Tetap Mengutamakan Para Member BTS Lainnya
"Kami pulang jam 5, agar bapak (Sambo) dan ibu ga tahu. Saya diajak bang Alex. Yosua pernah bawa uang banyak saat dugem, sehingga uang jatuh berserakan, dan dimasukkan ke dalam tas. Saya sarankan bang Alex, tak usah bawa uang banyak. Pakai kartu debit saja."
"Pernah kami minum di Brexit jam 11, tutup awal jam 2. Lalu kami pesan hotel dekat mertua pak Sambo. Bang Alex mabuk berat saat itu, sehingga digotong pakai kursi roda. Ada CCTV, kalau tak dihapus pasti ada."
"Daftar pakai KTP saya, bayar dengan kartu debet Yoshua, kalau ga salah pakai Mandiri. Ada 2 cewek dan 2 cowok di kamar itu. Entah apa yang terjadi disana. Bayangkan saja. Saya ga bisa aneh-aneh, karena tidak punya uang. Saat itu beda cewek yang di situ, tidak dengan VTA. Kalau tak yakin, mungkin ada bill atau bukti transfer masih ada kok," jelas Damson.
Baca Juga: Ada Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang Menjadi Korban Selamat dalam Insiden Halloween di Itaewon
Saksi lainya, yang bekerja di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Bangka. Yaitu Abdul Somad (ART) dan Alfonsius Dua Lurang (security).
Juga dihadirkan sebagai saksi yang bekerja di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga), yaitu Daryanto atau Kodir (ART) dan Marjuki (security komplek). Ditampilkan juga ADC atau ajudan Ferdy Sambo, yaitu Adzan Romer (ajudan), Daden Miftahul Haq (ajudan), Prayogi Iktara Wikaton (sopir) dan Farhan Sabilah (pengawal motor).***