TITIKTEMU.CO - Peristiwa memilukan hati ini pun sontak viral di jagat Maya. Menuai reaksi begitu banyak warganet yang tersentuh saat menyaksikannya.
Sebuah momen memilukan hati terjadi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Salah satu tersangka Bharada Richard Elliezer atau Barada E berlutut dan bersimpuh kepada orang tua mendiang Brigadir J.
Hal itu terjadi saat ayah dan ibu Brigadir J datang sebagai saksi ke ruang sidang yang digelar di PN Jakarta Selatan, Selasa siang kemarin. Dengan raut wajah menyimpan penyesalan, Bharada E melakukan permintaan maaf sesaat sebelum sidang dimulai, sampai mencium kedua kaki orang tua Yosua.
"Poinnya adalah Bharada E dia mau menghadapi hukumannya dan dia minta maaf dengan sungguh-sungguh karena menyesal sampai cium kakinya orang tuanya, dua-duanya lagi, "ucap Irma Hutabarat, Aktivis Sosial, yang mendampingi keluarga Brigadir
J, dilansir dari youtube RCTI Infotainment.
Dan yang lebih memilukan hati adalah ketika ayah dan ibu Brigadir J merespons permintaan maaf Bharada E tersebut. Tentunya tak mudah untuk bertemu dengan salah satu tersangka yang merebut nyawa putra tercinta.
Namun, dengan penuh kelapangan dada mereka justru membalas Bharada E dengan mengelus kepalanya dengan perlahan.
Baca Juga: 10 Kafe Instagramable di Batu, Sajikan Menu Nikmat dan View Indah
"Saya akan berkata jujur, saya akan membela untuk terakhir kalinya. Karena untuk saya pribadi saya tidak mempercayai Bang Yos melecehkan bu Putri. Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan. Namun saya ingin mengatakan bahwa saya siap untuk apapun yang akan terjadi kenapapun putusan untuk diri saya. Terima kasih semua," ucap Bharade E di saat persidangan.
Lantas seperti apa Kirdi Putra menganalisa ekspresi barada E dan kedua orang tua Brigadir J di momen penuh haru tersebut. Benarkah ada perasaan takut dan penyesalan mendalam yang berusaha untuk tidak diluapkan?
Menurut Kirdi Putra, Bharada E kemudian sungkem atau kemudian bersimpuh di depan Bapak
ibunya Yosua, ini sesuatu yang sangat bisa diterima dan wajar. Mereka itu kan kolega.
Baca Juga: 7 Kafe Instagramable Di Surabaya Paling Hits
"Mereka tuh dekat loh sama-sama menjadi bawahannya FS dan mereka sangat sering bareng dan sudah dianggap abang. Jadi begitu dia lihat bahwa ini bapak ibunya Yosua buat dia ini kayak bapak ibunya sendiri dan dia punya perasaan bersalah," jelasnya.
Makanya di balik permintaan maafnya kalau kita masih ingat beberapa waktu yang lalu permintaan maaf kepada orang tua dari Joshua dia selipkan kata-kata penembakan itu atas perintah Jenderal gitu.