TITIKEMU.CO - JAKARTA Kasus penembakan terhadap Brigadir J masih terus dalam tahap pemeriksaan. Banyak pihak yang turut mengomentari kasus tersebut. Salah satunya adalah Hotman Paris.
Hotman Paris dikenal sebagai seorang Pengacara kondang dan telah berprestasi di bidang hukum. Ia telah menangani banyak kasus baik nasional maupun internasional.
Dalam sebuah acara televisi swasta, Hotman Paris menyinggung tentang kasus Ferdy Sambo dan Brigadir J. Hotman mengatakan bahwa Ferdy Sambo bisa bebas dari tuduhan berencana jika memenuhi beberapa unsur.
Hotman Paris mengaku telah mendengar dari Berita Acara Pemeriksaan bahwa seorang saksi memberikan pernyataan terkait kronologi penembakan. Saksi tersebut menyatakan bahwa Ferdy Sambo emosi setelah mendengar istrinya dilecehkan.
“Ini saya baru dengar nih. Saya baru dengar dalam kasus yang penembakan polisi sekarang. Saya baru dengar, apakah benar saya gak tau. Katanya istrinya begitu pulang dari Magelang, lapor yang dia alami di Magelang. Si Jenderal itu suaminya nangis. Itu saya dengar.” ujar Hotman Paris.
Hotman menyatakan, emosi seseorang dapat secara spontan melakukan penembakan. Sehingga, Ferdy Sambo dapat lepas dari tuduhan pembunuhan berencana.
Baca Juga: 7 Fakta Kekayaan Hotman Paris, Pengacara Kondang Bertarif lebih dari Rp 1 Miliar Per Kasus
“Apakah benar. Itu kata saksi di BAP. Kalau itu benar, itu dari segi hukum sangat mempengaruhi. Karena apa, dalam keadaan emosi, ya, kemudian lanjut dengan peristiwa penembakan. Berarti apa, emosi spontan. Berarti bisa kena bukan pembunuhan berencana. (Pasal) 338.” tambah Hotman.
Ferdy Sambo diduga merasa emosi setelah istrinya melaporkan apa yang terjadi di Magelang. Hal ini sangat mempengaruhi penilaian dari segi hukum.
Baca Juga: Pakai Jaket Harga 58 Juta, Ini Profil Nikita Willy Selengkapnya
“Begitu dengar begitu dia menangis. Bayangin seorang laki-laki jenderal menangis setelah istrinya mengadu. Begitu nyampai di rumah pribadi. Saya gak tau benar gak saksi bilang gitu di BAP. Kalau itu benar, itu bisa dipakai pengacaranya Sambo untuk mengatakan penembakan itu spontan bukan berencana. Dalam keadan menangis, beberapa menit kemudian dor gitu,” tambah Hotman.