hukrim

GEGER ABORSI 7 JANIN DI MAKASSAR (2): Penangkapan Terduga Pelaku  Berlangsung Dramatis, Teriak Minta Tolong

Sabtu, 11 Juni 2022 | 11:51 WIB
Detik-detik penangkapan wanita terduga pelaku aborsi tujuh jabang bayi di Konawe oleh unit khusus tim Jatanras Polrestabes Makassar, berlangsung dramatis (pic/tangkapan layar ig tribrata.multimedia)

TITIKTEMU.CO MAKASSAR – Polisi akhirnya berhasil menangkap  terduga pelaku aborsi dan penyimpanan tujuh  mayat bayi dalam kotak makanan di dalam kamar kos. Tiga hari setelah temuan janin bayi, polisi bergerak menangkap NM di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (8/6). Wanita itu kemudian langsung dibawa ke Makassar.

Pada hari yang sama, polisi juga meringkus kekasih NM berinisial SM. Pria itu diringkus di Tanah Bumbu, kalimantan Selatan (Kalsel).

"Pada hari ini kita sudah tangkap orang yang melakukan aborsi itu dan enggak lama kemudian kita tangkap orang yang berbeda (pasangan wanita) di Kalimantan," kata Kapolretabes Makassar Kombes Budi Haryanto, Rabu (8/6).

Baca Juga: GEGER ABORSI 7 JANIN DI MAKASSAR (1): Tujuh Mayat Bayi Ditemukan dalam Kotak Makanan di  Kamar Kos Mahasiswi

Detik-detik penangkapan wanita terduga pelaku aborsi 7 jabang bayi di daerah Konawe pada salah satu proyek di Sulawesi Tenggara oleh unit khusus tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Pelaku berusaha mengalihkan perhatian warga sekitar dengan cara berteriak minta tolong seraya mengucap ia mau dijemput dengan  mobil. Tim kemudian terus mengenalkan diri, "Kenapa bu.. kami petugas," ungkap polisi, seperti dilansir tribrata.multimedia. Polisi kemudian menegaskan kepada terduga pelaku, agar jangan  beralibi.

Polrestabes Makassar  langsung menetapkan NM dan SM sebagai tersangka kasus aborsi. Meski sejoli itu masih perjalanan ke Makassar, polisi mengaku sudah cukup bukti untuk meningkatkan status keduanya menjadi tersangka.

Baca Juga: Suporter Sleman Batalkan Nonton Langsung Pembukaan Piala Presiden 2022 Persis Solo Vs PSS Sleman di Manahan

"Rangkaian penyelidikan masih berlangsung namun kita sudah berani menetapkan 2 orang ini sebagai tersangka," ujar Kombes Budi Haryanto kepada wartawan, Rabu (8/6).

Budi mengatakan motif tersangka melakukan aborsi adalah karena malu, bayi keduanya merupakan hasil hubungan gelap.

Kombes Budi mengatakan aborsi yang dilakukan kedua tersangka sudah berlangsung selama 10 tahun terakhir. Aborsi yang pertama terjadi pada 2012.

Baca Juga: Laga Pembuka Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan Solo. Cek Harga dan Cara Pembelian Tiket Pertandingannya

"Sementara ini, peristiwa ini dilakukan sejak 2012 sampai sekarang," tutur Kombes Budi.
NT terlihat menangis saat diperiksa polisi.

Pelaku melakukan aborsi dengan cara meminum ramuan khusus yang dia racik bersama pacarnya, orok bayi kemudian disimpan dalam kotak makanan dan dimasukkan dalam kardus.

Kini kedua terduga pelaku telah diamankan di Polrestabes Makassar untuk proses hukum.

Baca Juga: Ridwan Kamil Temui  Guru SD yang Temukan Jenazah Eril di Sungai Aare

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak juga menyatakan, pihaknya   sudah mengamankan perempuan tersebut. Polisi menangkap NM, mahasiswi salah satu perguruan tinggi ilmu kesehatan terduga pelaku yang menyimpan tujuh mayat janin bayi dalam tempat makan di kamar kos Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Terduga pelaku ditangkap di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara.

 “Janin bayi tersebut diperkirakan berusia enam bulan," ungkapnya, seperti dilansir tribrata multimedia.

Reonald TS menambahkan, memang benar ada mayat bayi yang diduga sudah meninggal dunia sekitar sudah enam bulan. Ada tujuh janin bayi yang ditemukan, salah satunya ditemukan di dalam tempat makan dan lainnya di dalam kardus yang telah dilakban. 

Baca Juga: Heboh Rumah Makan Nasi Padang Sajikan Daging Babi, Pemiliknya Dibawa ke Kantor Polisi

Pelaku diketahui bekerja di Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa bulan terakhir. Namun, barang-barangnya masih tertinggal di rumah kos yang terletak di Jalan Balang Turungan, Daya, Kota Makassar.

Polisi masih menyelidiki soal motif penyembunyian bayi tersebut. Saat ini jasad janin itu juga masih sementara diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Sebelumnya, warga Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar dihebohkan dengan penemuan kardus di dalam kamar kos yang berbau menyengat. Saat dibuka ternyata isinya adalah janin bayi dan tulang-tulang.

Baca Juga: Jenazah Eril akan Dikebumikan di Pemakaman Keluarga di Cimaung Kabupaten Bandung

Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Yusuf Mawadi mengatakan, saat ditemukan ari ari janin tersebut sudah hancur, yang tersisa hanya rambut, tulang, serta kepala yang tersimpan rapat di dalam sebuah kotak makan.

"Setelah kami analisa identifikasi, ternyata itu kami temukan berupa tulang-belulang. Setelah kami rekonstruksi, ternyata memang berisi tulang-tulang janin. Jumlahnya kurang lebih tujuh," jelasnya.***

Tags

Terkini