hukrim

Diduga Terjerat Kasus Arisan Fiktif, Resepsi Warga di Mojosongo Digeruduk Emak-Emak

Minggu, 12 September 2021 | 18:06 WIB
Karangan Bunga Bertulis Sindiran DIbawa saat Emak-Emak mendatangi Resepsi Warga, Protes Dugaan Arisan Bodong ( Foto : Titiktemu.co )

 

 
TITIKTEMU.CO
 
 
Sejumlah wanita yang diduga menjadi korban arisan fiktif di Solo, Jawa Tengah,  mendatangi resepsi pernikahan wanita terduga pelaku JJ,  di Wilayah Mojosongo pada Minggu (12/9/2021) siang. Mereka datang turut membawa sejumlah karangan bunga bernada sindirian, agar yang bersangkutan, yakni mempelai wanita,  dapat segera menyelesaikan tunggakan arisan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, karangan bunga itu telah dikirim kemarin atau sebelum resepsi berlangsung. 
 
Saat para wanita itu mendatangi acara resepsi sempat terjadi keributan. 
 
 
Pihak keluarga pun mengusir para terduga korban untuk segera pergi meninggalkan lokasi resepsi. Para terduga korban merasa tertipu lelang arisan online oleh terduga pelaku.
 
Bara Nuina salah seorang terduga korban, menyebut sistem arisan seluruhnya menggunakan sistem online.  Namun, beberapa bulan lalu terjadi permasalahan di arisan yang mengakibatkan terduga korban merugi. Ia mengaku menginginkan persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan karena telah mengenal terduga pelaku cukup lama.
 
“Kami ditawari arisan oleh dia. Saya sudah masuk uang arisan Rp 161 juta tapi baru dikembalikan Rp 14 juta,” kata dia.
 
 
Ia menjelaskan para terduga korban mendatangi pelaku karena geram setiap dihubungi tidak direspons. Selama ini berbagai upaya telah mereka lakukan,  seperti mendatangi rumah terduga pelaku,  namun hasilnya tetap nihil. 
 
Ia menyebut pelaku sempat berjanji menyelesaikan kekurangan pembayaran kepada anggota arisan. Namun, hingga Agustus 2021 itu tidak ada kejelasan bagi anggota arisan.
 
“Ini sudah Sepetember, kami dengar dia nikah itu syok. Jadi langsung dateng ke resepsi,” kata dia.
 
 
Terduga korban lain, Ananda, mengatakan menjadi anggota arisan terduga pelaku dengan mengikuti arisan dan lelang arisan daring sebesar Rp 25 juta.  Namun, pada April 2021 seharusnya ia menerima pelunasan uang miliknya itu. Ia menyayangkan terduga pelaku tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran arisan namun malah menggelar resepsi pernikahan.
 
“Dia belum bayar utang tapi resepsi,” imbuh dia.
 
Para terduga korban arisan berencana melaporkan dugaan arisan fiktif itu ke kepolisian. Pihak keluarga maupun terduga pelaku sendiri sampai kini enggan memberi keterangan.
 
 
Polisi Imbau Warga Tetap Waspada Tawaran Menggiurkan Arisan Fiktif
 
Sebelumnya disebutkan saat ini kasus penipuan bermodus arisan fiktif dan investasi bodong kembali marak di wilayah Jawa Tengah. Kasus ini juga terjadi di Kota Solo,  dengan jumlah korbannya yang cukup banyak.
 
Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika mengonfirmasi di Kota Bengawan juga cukup marak kasus penipuan arisan fiktif. Seluruh korban merupakan seorang perempuan yang tergoda dengan keuntungan dari nilai arisan fiktif atau investasi bodong.  Bahkan, tidak ada korban lelaki dalam kasus penipuan itu.
 
“Laporan pengaduan terkait arisan online banyak juga. Di Solo juga banyak yang menjadi korban. Seluruh kasus sedang kami selidiki,” papar dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
 
Ia tidak menyebut jumlah pasti laporan pengaduan dan korban. 
 
 
Namun, ia memastikan kasus penipuan arisan fiktif banyak dan masyarakat harus waspada.
 
“Pelajari dulu sistem arisan seperti apa, lalu ada izin dari lembaga yang berkewenangan atau tidak. Pastikan juga mengenal admin arisan,” papar dia.
 
Ia meminta masyarakat jangan terlena denga tawaran-tawaran yang ada. 
 
Jika tetap ingin ikut arisan, seluruh peserta sebaiknya lingkungan terdekat dengan sistem konvensional. Sehingga seluruh peserta arisan saling mengenal dan percaya. *** (Budi Harjo Kusumo) 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 

Tags

Terkini