Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah penting agar tidak muncul berbagai spekulasi maupun asumsi liar di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak publik untuk terus mengawal proses penanganan perkara tersebut hingga memperoleh kejelasan.
Kronologi Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah
Kasus dugaan pembakaran itu disebut terjadi pada November 2025 di Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Berdasarkan informasi yang beredar, tiga santri berinisial SAH, ADR, dan SS diduga dipanggil oleh seorang santri senior berinisial R ke dalam sebuah ruangan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss, Spanyol Hadapi Belgia
Setelah para korban berada di dalam ruangan, pelaku diduga mengunci pintu dari luar, menyiramkan bahan bakar, lalu membakar ruangan tersebut hingga para korban mengalami luka bakar serius.
Akibat insiden itu, SAH mengalami luka bakar sekitar 20–30 persen, ADR mengalami luka bakar sekitar 30–40 persen, sedangkan SS menderita luka bakar hingga 60–70 persen dan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Praya.
Sementara itu, perkembangan terbaru dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan penetapan tersangka direncanakan dilakukan setelah gelar perkara yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.***