hukrim

Keluarga Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Batal Hadiri Podcast Denny Sumargo, Dicegat Polisi di Bandara

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB
Denny Sumargo ungkap keluarga santri yang dibakar di Lombok Tengah batal ke Jakarta. (Instagram/sumargodenny)

TITIKTEMU.CO – Keluarga dua santri korban dugaan pembakaran di Lombok Tengah batal berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan podcast milik Denny Sumargo. Keberangkatan mereka tertunda setelah rombongan dihentikan oleh pihak kepolisian saat berada di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rombongan yang dijadwalkan terbang pada Rabu (8/7/2026) itu terdiri dari ADR (14) beserta keluarga, serta keluarga almarhum SAH (14), yang merupakan korban dalam kasus dugaan pembakaran di sebuah pondok pesantren.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial disebutkan bahwa kedua korban bersama orang tuanya kemudian dibawa kembali ke Rumah Sakit Bhayangkara oleh Polda NTB dengan alasan melanjutkan perawatan.

Namun, dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa selama berada di rumah sakit, korban tidak mendapatkan tindakan medis sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga: Profil Jampidsus Febrie Adriansyah yang Rumahnya Dijaga TNI, Pernah Tangani Kasus Jiwasraya hingga Asabri

Denny Sumargo Undang Keluarga Korban karena Kasus Jadi Sorotan

Melalui video yang diunggah di media sosial pada Rabu (8/7/2026), Denny Sumargo mengaku mendapat informasi bahwa keluarga korban tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Menurut Denny, kasus yang dialami para santri tersebut telah dilaporkan sekitar tujuh hingga delapan bulan lalu, namun hingga kini keluarga merasa belum memperoleh kejelasan mengenai proses hukumnya.

Karena itulah tim podcast Denny memutuskan mengundang keluarga korban ke Jakarta dengan menyiapkan tiket perjalanan dan akomodasi agar mereka dapat menceritakan langsung pengalaman yang dialami.

Namun, rencana tersebut batal terlaksana setelah rombongan dicegah untuk berangkat.

Denny pun mempertanyakan alasan di balik larangan tersebut dan berharap ada penjelasan yang terbuka kepada masyarakat.

Soroti Pentingnya Keterbukaan Informasi

Dalam pernyataannya, Denny menilai perhatian publik terhadap kasus tersebut muncul karena banyak masyarakat yang bersimpati kepada para korban.

Ia menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak ingin menghakimi siapa pun, melainkan berharap proses hukum berjalan secara transparan.

Halaman:

Tags

Terkini