Sementara itu, perwakilan komunitas ojol, Dede Sudirman, menyatakan pihaknya telah memaafkan FA namun tetap berharap hukum ditegakkan.
“Proses hukum harus tetap berjalan. Kami minta dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tegas Dede.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian damai tidak otomatis menghapus proses hukum. Kasus oknum TNI pukul driver ojol di Pontianak kini tinggal menunggu putusan sidang militer.***