TITIKTEMU.CO - Publik tengah diramaikan oleh kabar kontroversial terkait unggahan media sosial yang diduga berasal dari anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah resmi dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan bukan karena kebijakan yang diambil, melainkan ulah sang anak, Yudo Achilles Sadewa.
Akun Instagram yang diyakini milik Yudo sempat mengunggah pernyataan yang menyindir mantan Menkeu Sri Mulyani. Dalam unggahan Instagram Story tersebut, Yudo mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ayahnya yang berhasil menggantikan Sri Mulyani. Namun, yang menjadi pusat perhatian adalah tuduhan Yudo terhadap Sri Mulyani sebagai "agen CIA Amerika".
“Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri,” tulis Yudo dalam unggahan yang kini tersebar luas di media sosial. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Banyak yang mempertanyakan sikap Yudo dan menilai pernyataannya tidak pantas serta berpotensi merusak citra sang ayah sebagai pejabat negara.
Setelah unggahan tersebut viral, akun Instagram Yudo dengan nama @yvdos4dewa yang sebelumnya memiliki lebih dari 83 ribu pengikut tiba-tiba menghilang. Akun lainnya milik Yudo, yakni @yudosadewa, kini diprivasi sehingga tidak dapat diakses oleh publik. Langkah ini diduga dilakukan untuk meredam kontroversi yang semakin memanas.
Sosok Yudo Achilles Sadewa sendiri dikenal sebagai seorang trader muda dan konten kreator. Meski begitu, tidak banyak informasi detail mengenai biodatanya yang dapat diakses secara umum. Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa, sang ayah, baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani pada 9 September 2025, sesuai Kepres Nomor 86 Tahun 2025.
Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan memiliki rekam jejak yang baik di sektor keuangan. Namun, insiden ini menempatkan dirinya dalam situasi sulit karena harus menghadapi sorotan publik terkait tindakan anaknya.
Kontroversi ini juga memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah organisasi mahasiswa seperti BEM UI yang menyerukan agar Purbaya lengser dari jabatannya. Mereka menilai insiden ini mencerminkan ketidakpekaan terhadap suara rakyat dan menganggap pernyataan Yudo sebagai bentuk pelecehan terhadap mantan pejabat negara.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik untuk lebih bijak dalam mengelola perilaku anggota keluarga mereka di ruang digital. Di era media sosial yang serba cepat ini, setiap tindakan dapat berdampak besar pada reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.***