historia

Kisah Cinta Soekarno, dari Oetari hingga Ratna Sari Dewi

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 19:22 WIB
Soekarno dan Fatmawati (Wikipedia)

“Aku tidur seranjang dengan Oetari, tapi aku tidak pernah menyentuhnya. Dia masih sangat kanak-kanak,” ujarnya.

Pertemuan Soekarno dengan Inggit Garnasih

Soekarno dan Inggit Garnasih (Wikipedia)

Menjadi menantu Tjokroaminoto, aktivitas politik Soekarno semakin bertambah. Ia menjadi  “ajudan” yang selalu mengikuti Tjokroaminoto pergi. Hampir setiap hari, sepanjang malam, Soekarno muda berada di dekat mertua sekaligus gurunya itu. Dari Tjokroaminoto Soekarno semakin mengakrabi buku-buku.

“Jika kalian ingin  menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator,” pesan Tjokroaminoto itu sangat tertanam.

Aktivitas Bung Karno yang padat perlahan mulai menyingkirkan posisi Oetari di hatinya. Sampai akhirnya Soekarno melanjutkan kuliah ke Technische Hogeschool (HBS, sekarang Intitut Teknologi Bandung, ITB).

Ia pergi tanpa membawa Utari. Mertuanya menitipkan Bung Karno di rumah sahabatnya, Haji Sanusi yang merupakan anggota pergerakan Sarikat Islam Indonesia. Itulah pertemuan pertama Bung Karno dengan Inggit Garnasih, induk semang sekaligus istri Haji Sanusi.

Novel karya Ramadhan KH “Kuantar Kau ke Gerbang” menggambarkan dengan baik  kisah asamara Sang Proklamator dan Inggit. Inggit, menurut novel itu, sebelumnya sering mendengar nama Bung Karno. Dalam pertemuan pertama mereka, Inggit pun sudah terkesan.

“Wajahnya tampan, dan gayanya perlente,” ujar Inggit.

Ramadhan menulis setelah beberapa kali berbincang, Inggit semakin tertarik dengan Soekarno. Menurut Inggit, pemuda dengan nama kecil Koesno itu adalah pria cerdas, pandai bergaul, ramah, dan periang.

Soekarno pun memiliki kesan yang sama. Cyndy Adam menulis pengakuan Bung Karno; “Saat pertama aku melangkah masuk rumah Haji Sanusi, aku berkata dalam hati; ’Oh, luar biasa perempuan ini’. Tapi dia istri Haji Sanusi, dan aku sudah menikah. Aku kuliah, bukan merusak rumah tangga orang lain,” kata Bung Karno dalam biografi itu.

Setelah satu bulan di Bandung, Bung Karno meminta Oetari menyusul. Namun, Bung Karno yang sibuk kuliah dan aktif di pergerakan membuatnya tidak punya waktu untuk istrinya.

“Aku hanya punya waktu sedikit untuk Oetari. Selagi aku belajar, dia asyik bermain. Selagi aku berpidato, dia berkejaran dengan kemenakan Ibu Inggit. Kami jalan sendiri-sendiri. Dia hanya bicara seperlunya denganku,” katanya kepada Cindy Adam.

Kedekatan Soekarno-Inggit Garnasih

Soekarno mengaku tak puya waktu untuk Oetari. Sebaliknya, waktusisa waktunya justru diberikan pada Inggit. Selama tinggal di rumah kost Haji Sanusi, kedekatan mereka semakin menjadi. Hampir setiap malam keduanya ngobrol sampai larut. Terlebih saat Haji Sanusi pergi atau sudah tidur.

Halaman:

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB