historia

Ken Dedes, Perempuan yang Menurunkan Raja-raja di Jawa?

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 17:37 WIB
Arca Ken Dedes (Wikipedia)

Pajang runtuh digantikan oleh Mataram dengan raja Sutawijaya. Ki Gede Pemanahan, ayah Sutawijaya, memang bukan keturunan Raja. Namun, Ki Ageng Selayang merupakan kakek buyut Sutawijaya adalah keturunan Bondan Kejawan yang tak lain anak Brawijaya. Keturunan Dedes tetap memerintah sampai sekarang  karena Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta adalah keturunan Panembahan Senapati.

Pararaton menggambarkan Ken Dedes sebagai wanita cantik luar biasa. Konon, kecantikannya mengalahkan mengalahkan keindahan Hyang Sasadara (bulan). Ken Dedes tidak hanya secara ragawi, tapi juga memiliki kepribadian yang elok.  Pararaton menyebutnya sebagai stri nareswari atau wanita utama.

Masih menurut Pararaton, Ken Dedes adalah wanita yang mendapat karma amamadangi, perilaku yang tercerahkan karena kematangan ilmun yang dimilikinya. Ia adalah wanita yang memiliki kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Bisa jadi ini mengingat Ken Dedes adalah putri dari  Mpu Purwa, seorang pendeta Buda Mahayana .

Tidak banyak penampakan Ken Dedes ditemukan. Hingga akhirnya ditemukan arca Prajnaparamita yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 (Singasari). Arca yang menggabarkan wanita cantik ini ditemukan di reruntuhan Cungkup Putri di sekitar Candi Singasari, Malang, Jawa Timur.]

Ditemukan pada 1818-1819 oleh D Monnereau,  selanjutnya Prajnaparamita diberikan kepada CGC Reinwardt yang kemudian menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) di Leiden, Belanda. Baru pada Januari 1978 Rijksmuseum Voor Volkenkunde  mengembalikan arca ini ke Indonesia. Kini, Prajnaparamita disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Banyak yang mempercayai bahwa Prajnaparamita adalah gambaran dari Ken Dedes. Pendapat lain mengaitkan Prajnaparamita  sebagai perwujudan Gayatri Rajapatni,  permaisuri raja pertama Majapahit, Kertarajasa alias Raden Wijaya. Beberapa diskusi pun membahas soa keberadaan Prajnaparamita, khususnya antara Gayatri Rajapatni dan Ken Dedes.

Prajna Paramita (Wikipedia)

Antara Ken Dedes dan Gayatri

Sejarawan dari University of British Columbia, Kanada, Paul Drake menyebut bahwa Prajnaparamita bukanlah Ken Dedes, melainkan Gayatri dari Majapahit.  Dilihat dari gaya artistiknya, kata Drake, arca tersebut berasal dari gaya era Majapahit. Maka, tidak lain bahwa arca Prajnaparamita sebagai perwujudan Gayatri.

Drake menyebut Gayatri adalah wanita pemikir pada zamannya. Ia juga dalang sejumlah peristiwa, salah satunya saat merekrut Gajah Mada sebagai Mahapatih. Gayatri, kata Drake, adalah aktor intelektual di balik masa paling gemilang dalam sejarah Nusantara, yaitu Majapahit pada era Tribhuwana Tunggadewi dan Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada.

Namun, sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Malang (UM) Deni Yudo Wahyudi yang semula meyakini bahwa Prajnaparamita adalah Ken Dedes mulai percaya, bahwa arca itu memang Gayatri.

“Arca yang duduk di atas teratai di luar vas itu merupakan ciri patung Majapahit. Gayatri hidup pada jarak sekitar seratus tahun setelah Ken Dedes,” kata Deni.

Deni juga pada kajian sejarawan Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar dalam buku Aksamala: Untaian Persembahan untuk Ibunda Prof Dr Edi Sedyawati (2003) dan Rahardjo S (2002) Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuno yang menunjuk bahwa lokasi Prajnaparamita berasal dari kompleks Candi Singasari justru cocok jika diidentikkan dengan Gayatri.

Alasanya, pada era Ken Dedes lokasi Kerajaan Singasari bukan di Singasari, melainkan di kawasan Gunung Buring, sekitar 20 kilometer arah barat Kota Malang.

“Dedes atau Gayatri sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Tapi masyarakat telanjur memahami bahwa Prajnaparamita adalah Ken Dedes,” ujar Deni.

Halaman:

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB