historia

Masjid Siti Djirzanah , Masjid Bernuansa Cina Di Kawasan Malioboro Yogya

Jumat, 29 Maret 2024 | 11:00 WIB
Masjid Siti Djirzanah dulunya adalah sebuah bangunan pertokoan (Pemkot Yogya)

TITIKTEMU.CO, Jalan - jalan di kawasan Malioboro Yogya pasti kaget , kerena di sepanjang  pertokoan ada massjid yang bernama  Siti Djirzanah. Masjid  yang berada di sisi selatan jalan Malioboro ini sebenarnya  tergolong masjid baru yang resmi dibuka tahun  2018. Masjid Siti Djirzanah dulunya adalah sebuah bangunan pertokoan yang kemudian diubah menjadi masjid.

Takmir Masjid Siti Djirzanah, Abang Dalil menjelaskan pembangunan masjid sudah dilakukan sejak tahun 2017. “Awal mulanya masjid ini berupa toko batik yang kemudian tanahnya diwakafkan, kemudian dikelola oleh keluarga Bapak Herry Zudianto untuk dijadikan sebuah masjid. Masjid ini pun dinamakan Masjid Siti Djirzanah yang diambil dari nama ibunda beliau almarhumah Ibu Siti Djirzanah sebagai bentuk bakti dan kasih anak-anak,” katanya.

Di gedung Masjid Siti Djirzanah dipasangi tulisan Mandarin ‘Qingzhensi’ yang berarti masjid. Di bawah tulisan tersebut terdapat jam raksasa berbentuk lingkaran dan terdapat tulisan Arab di dinding depan masjid. 

Baca Juga: Masjid Sekayu Semarang Punya Sejarah Penting Peradaban Islam

“Seperti yang kita ketahui bersama kalau Malioboro itu kan berada di kawasan Pecinan dan masuk ke daerah Ketandan. Dulu awalnya memang masjid ini mau dibangun dengan arsitektur gaya Timur Tengah, namun setelah diskusi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta akhirnya diambil keputusan arsitektur yang sesuai dengan daerahnya yaitu daerah Pecinan dengan arsitektur Tionghoa,” ujar Abang Dalil.

Selain kental dengan nuansa Tionghoa, nuansa modern pada Masjid Siti Djirzanah  ini sangat terasa jika kita berkunjung kesana. Bubungan atau atap Masjid ini juga dibuat seperti menyerupai kelenteng. Selain itu masjid ini tidak memiliki kubah ataupun mustaka lainnya seperti pada kebanyakan masjid.

Masjid ini ukuran tidak terlalu luas yaitu 147 meter persegi ini bisa menampung 200-an orang. Masjid ini dibuat menjadi dua lantai, lantai atas digunakan untuk jamaah laki-laki dan tempat imam sementara di lantai bawah tanah diperuntukkan khusus bagi jamaah perempuan. Untuk lantai di bagian bawah juga disediakan tempat untuk mengambil wudhu. 

Fasilitas yang terdapat di Masjid Siti Djirzanah cukup lengkap antara lain, kantong tempat dan loker untuk menyimpan sandal atau sepatu. Selain itu, disediakan mukena dan sarung yang dapat digunakan jamaah umum.

Baca Juga: Masjid Aulia Sapuro, Masjid Tua Dengan Al Quran Raksasa

Masjid Siti Djirzanah memberikan fasilitas yang lengkap, seperti mukenah, sarung hingga Al-Quran yang dapat digunakan oleh pengunjung. Untuk kegiatan ibadah yang rutin yang dilakukan di Masjid Siti Djirzanah antara lain, Sholat Fardhu Lima Waktu, Sholat Jum’at, Sholat Dhuha, Sholat Tahajud dan Tilawatil Qur’an setiap 15 menit sebelum sholat Fardhu dan 30 menit sebelum Sholat Jum’at.

Salah satu pedagang di Pasar Beringharjo mengaku setiap harinya melaksanakan solat duhur dan ashar di Masjid Siti Djirzanah. “Masjid ini sudah sangat luar biasa bagus, fasilitasnya lengkap, tempat wudhunya juga enak bersih kemudian dalamnya juga karpetnya juga empuk, enak ac-nya juga adem jadi menurut saya sangat sangat bagus gitu,” ungkapnya.

Masjid Siti Djirzanah buka setiap hari pukul 03.30 – 21.00 WIB. Oleh karena itu, bagi pengunjung Malioboro atau tempat wisata di sekitarnya. Berwisata tapi jangan lupa tetap beribadah.

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB