gaya-hidup

Kopi Excelsa Banyuanyar, Kutunggu Datangmu di Lereng Lereng Merbabu

Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Pegiat kopi di Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Eko Budi Suroso menjelas proses panen kopi di kebunnya. (Ganug Nugroho Adi)

“Kopi ini rasanya unik. Tidak pahit, tapi cenderung manis dengan sensasi rasa buah. Ini yang harus dikenalkan ke pasar,” ujar Budi.

Budi menyebut ciri-ciri morfologis excelsa hampir sama dengan liberika, namun lebih tahan terhadap serangan hama dan tahan cuaca.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Minum Kopi Hitam Sangat Dianjurkan

Batang pohon kopi excelsa dapat tumbuh setinggi 8 meter dengan cabang primer antara 3-12 cabang. Semakin banyak cabang primer, buahnya semakin banyak.

“Ada dua jenis exelsa di Banyuanyar. Satu buah merah, satunya lagi buah kuning. Yang kuning ini akan kita coba kembangkan karena ini jenis yang langka,” jelas Budi.

Karakter kopi excelsa terbilang unik, aromanya sangat tajam dengan cita rasa lembut dan kadar kafein yang lebih rendah dari kopi robusta.

Baca Juga: Kopi Lokal Papua Bersiap Go Global

Cita rasa asam buah kopi excelsa terasa kuat, beberapa penikmat kopi menyebutnya mirip aroma buah nangka, mangga, atau pisang rebus.

Di Banyuanyar, kopi excelsa bakal dikembangkan bersama pariwisata. Kelompok Tani Ngudi Utomo sedang memberdayakan diri untuk mempopulerkan kopi ini.

“Kopi excelsa akan jadi kekuatan desa di sektor pariwisata. Kami sedang menyusun program. Semoga sebelum akhir tahun sudah bisa jalan,” kata Kusworo Rahardia, konsultan pariwisata Desa Banyuanyar.***

 

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB