TITIKTEMU.CO - Pavel Durov, CEO Telegram, kini menjadi sorotan setelah pemerintah Rusia menjadikannya buronan.
Pemerintah Rusia menuduh Durov gagal menghapus konten yang terkait dengan aktivitas terorisme.
FSB telah menerbitkan surat penangkapan untuk Durov, menandakan seriusnya tuduhan yang dihadapi.
Dalam laporan yang beredar, Telegram juga dituduh digunakan untuk rekrutmen dan sabotase.
Baca Juga: 3 Item Mobile Legends Terbaik untuk Melawan Eudora dan Burst Damage Besarnya di 2026
Jika terbukti bersalah, Durov dapat menghadapi hukuman yang sangat berat.
Keberadaan Durov sebagai pendiri dan pemimpin Telegram kini berada dalam ancaman hukum.
Akankah Telegram Tetap Bertahan?
Meskipun Durov menghadapi masalah hukum, Telegram diperkirakan akan tetap beroperasi.
Platform ini memiliki infrastruktur yang kuat dan basis pengguna global yang besar.
Absennya Durov tidak serta merta menghentikan layanan Telegram.
Baca Juga: 4 Aplikasi AI Terbaik untuk Membuat Video Pendek yang Efektif bagi Kreator dan Affiliate
Namun, keputusan strategis dan pengembangan platform mungkin akan menjadi lebih rumit.
Pengamat percaya bahwa Telegram masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bertahan.
Keberlangsungan layanan Telegram di masa mendatang tentu menjadi perhatian banyak pihak.