gaya-hidup

Stoic di Era Overthinking: Seni Tenang di Tengah Kekacauan Digital

Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:13 WIB
Ilustrasi Ketika Dunia Terlalu Bising, Stoic Jadi Jalan Pulang (Pinterest @stoic_ minds_ channels)

Overthinking membuat otak seperti browser dengan 20 tab terbuka—dan semuanya berisi hal yang tidak bisa kita ubah.

Dalam konteks Stoic, overthinking muncul karena kita memusatkan perhatian pada hal-hal di luar kendali.

Stoic mengajarkan untuk fokus pada apa yang bisa diubah, seperti reaksi, sikap, dan keputusan kita sendiri.

Menulis jurnal pagi tentang hal-hal yang bisa dan tidak bisa dikontrol adalah salah satu latihan sederhana yang bisa membantu.

Dengan begitu, kita belajar memilah mana yang perlu dikhawatirkan, dan mana yang sebaiknya dilepaskan.

Baca Juga: Quiet Quitting di Tempat Kerja: Strategi Bertahan Cerdas atau Tanda Diam-Diam Menyerah?

Hidup Stoic di Tengah Dunia Digital

Menjadi Stoic di era digital bukan berarti menjauh dari teknologi.

Justru, ini tentang menggunakan teknologi dengan sadar.

Matikan notifikasi yang tidak penting. Batasi waktu scroll media sosial. Ubah doomscrolling menjadi mindful reading.

Coba juga menulis refleksi harian, seperti yang dilakukan Marcus Aurelius dalam Meditations.

Alih-alih memposting keluh kesah, kamu menuliskan hal-hal yang kamu syukuri atau pelajaran dari hari itu.

Stoicisme, Bukan Pelarian, Tapi Kekuatan

Stoic bukan tren spiritual baru—ini cara hidup yang mengajarkan ketenangan sejati.

Di tengah dunia yang berisik dan cepat berubah, menjadi Stoic berarti punya kekuatan untuk tetap tenang saat orang lain panik.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB