Sebaliknya, makna hidup justru ditemukan dalam momen-momen sederhana yang sering kali terlewatkan begitu saja.
Baca Juga: Bayar Pakai QRIS Bikin Boros Tanpa Sadar — Ini Bukti Ilmiahnya
Menikmati secangkir kopi di pagi hari tanpa memegang ponsel adalah salah satu contoh kecil dari praktik ini.
Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tanpa distraksi notifikasi kerjaan juga menjadi kemewahan baru.
Memutus Rantai FOMO demi Kesehatan Mental
Ketakutan akan tertinggal informasi atau tren yang dikenal sebagai FOMO perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi ini.
Baca Juga: Meletakkan Ponsel, Memeluk Insting: Seni Tenang Menjadi Ibu
Mereka menggantinya dengan JOMO, atau Joy of Missing Out, yaitu rasa damai saat tidak ikut-ikutan tren yang melelahkan.
Dengan mengurangi kecepatan, Gen Z bisa lebih selektif dalam memilih apa yang benar-benar penting untuk masa depan mereka.
Keputusan ini berdampak sangat positif terhadap penurunan tingkat stres dan kecemasan yang sering melanda usia muda.
Baca Juga: BCA Buka Pintu untuk Fresh Graduate: Ini Kesempatan Karier yang Sayang Dilewatkan
Mereka belajar untuk lebih menghargai proses proses bertumbuh daripada sekadar menuntut hasil yang instan.
Langkah ini juga membuat mereka lebih hemat karena konsumsi barang-barang yang tidak perlu bisa ditekan secara signifikan.
Pada akhirnya, slow living di Indonesia adalah tentang bagaimana kita mengambil kendali penuh atas waktu yang kita miliki.
Ini adalah seni untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan menghargai setiap detik yang berharga.
Artikel Terkait
Slow Living 2026: Hidup Santai Tapi Lebih Berani Bereksperimen Tanpa Takut Gagal
Slow Living di Desa, Nasehat untuk Orang Kota: Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata
Burnout Bukan Takdir, Psikolog Ungkap 5 Langkah Awal Menuju Soft Living yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini
Soft Living Bukan Malas: 8 Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Bikin Hidup Lebih Waras
Tren Frugal Living Menjamur, Mengapa Banyak Kafe dan Brand Fesyen Mulai Putar Otak?
Tinggal di Rumah Kecil, Tapi Hatinya Lapang: Kisah Keluarga Urban yang Memilih Slow Living
Pindah ke Kota Kecil Bukan Kalah — Tren 'Slow Living Migration' yang Diam-Diam Mengubah Peta Urban Indonesia