Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 April 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi Gen Z tak lagi menganggap brand mewah simbol status (Desain AI )
Ilustrasi Gen Z tak lagi menganggap brand mewah simbol status (Desain AI )

Jika dulu kemewahan identik dengan barang mahal yang terlihat jelas, sekarang kemewahan justru sering hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana dan personal.

Misalnya, bisa bekerja dari kafe favorit sambil menikmati kopi enak, memiliki waktu untuk menekuni hobi, atau mampu bepergian ke tempat baru tanpa harus terikat rutinitas yang kaku.

Bagi banyak Gen Z, hidup yang terasa “kaya” bukan lagi soal lemari penuh barang bermerek, tetapi tentang memiliki pengalaman hidup yang beragam dan bermakna.

Hal ini juga terlihat dari meningkatnya minat terhadap ekonomi pengalaman.

Festival musik, kelas kreatif, komunitas olahraga, hingga perjalanan solo kini menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda.

Pengalaman seperti ini memberi mereka cerita yang bisa dibagikan, pelajaran baru, dan rasa koneksi dengan orang lain.

Tidak jarang, pengalaman tersebut justru memberikan kepuasan yang lebih lama dibanding membeli barang mahal yang setelah beberapa waktu terasa biasa saja.

Selain itu, muncul pula tren baru di kalangan Gen Z yang sering disebut sebagai “quiet luxury” versi generasi muda.

Namun berbeda dengan konsep lama yang tetap berpusat pada barang mahal tanpa logo, versi Gen Z lebih menekankan pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Contohnya adalah memilih produk lokal berkualitas, mendukung brand kecil yang kreatif, atau membeli barang yang benar-benar tahan lama daripada sekadar mengikuti tren.

Kesadaran finansial juga ikut memainkan peran penting.

Banyak Gen Z tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan biaya hidup, dan perubahan dunia kerja yang cepat.

Pengalaman ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengelola uang dan lebih selektif dalam menentukan apa yang benar-benar layak dibeli.

Daripada mengejar simbol status yang mahal, mereka lebih memilih sesuatu yang memberi nilai jangka panjang bagi hidup mereka.

Fenomena ini menjadi sinyal penting bagi industri fashion, teknologi, hingga gaya hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X