Adian Napitupulu Ungkap Alasan Generasi Muda Gemar Thrifting: Hemat Biaya hingga Selamatkan Air Bersih

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 19 November 2025 | 21:45 WIB
Adian Napitupulu menyebut  anak muda gemar  thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan. (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)
Adian Napitupulu menyebut anak muda gemar thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan. (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

TITIKTEMU.CO - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, menjelaskan alasan kuat di balik maraknya tren pakaian thrifting di kalangan anak muda. Menurutnya, fenomena ini bukan hanya tentang harga yang terjangkau, tetapi juga bentuk kepedulian generasi milenial dan Gen Z terhadap lingkungan, terutama soal penggunaan air bersih.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rapat BAM DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025). Adian mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui pesan WhatsApp untuk menyampaikan hasil riset tentang alasan generasi muda memilih pakaian bekas.

Baca Juga: Kredit UMKM Melambat Tajam di Oktober 2025, BI Sebut Pelaku Usaha Masih Menahan Ekspansi

Menghemat Ribuan Liter Air Bersih

Adian menyebut riset itu menunjukkan 67 persen generasi milenial dan Gen Z memilih thrifting demi mengurangi konsumsi air bersih. Ia menjelaskan bahwa industri tekstil membutuhkan volume air yang sangat besar, misalnya:

  • Satu celana jeans memerlukan sekitar 3.781 liter air,
  • Satu kaos katun memerlukan 2.700 liter air, setara kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.

Karena itu, memilih pakaian bekas disebut menjadi langkah kecil tapi berarti yang dilakukan anak muda untuk menyelamatkan sumber daya air.

Industri Tekstil Disebut Penyumbang Polusi Udara

Selain pemakaian air, industri tekstil juga disebut menyumbang 20 persen kerusakan udara. Adian menyampaikan bahwa fakta-fakta tersebut membuat alasan generasi muda memilih thrifting menjadi lebih logis dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Awan Panas Beruntun dan Guguran Lava Meningkat Tajam

Menurutnya, cara pandang anak muda sederhana:
“Kalau saya tidak bisa memproduksi air bersih, setidaknya saya tidak membuang-buang air bersih,” ujar Adian, menggambarkan pola pikir generasi muda.

Dengan demikian, ia menilai pemerintah perlu memahami motivasi ekologis ini sebelum merancang kebijakan terkait pakaian bekas.

Menkeu Purbaya Soroti Dampak Produk Bekas Impor

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai maraknya impor pakaian bekas, terutama dalam bentuk ballpress, dapat mengancam industri tekstil lokal. Meski memahami kondisi pedagang kecil yang bergantung pada thrifting, ia menegaskan bahwa praktik impor ilegal tetap berisiko merusak industri dalam negeri.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Kasus Roy Suryo soal Ijazah Jokowi Masuk Ranah Pidana, Bukan Perdata

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X