Curhat ke ChatGPT Bisa Bikin Ketagihan? Psikolog Ungkap Risiko Nyata di Baliknya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 28 Juli 2025 | 13:15 WIB
Ilustrasi AI Bukan Sahabat Sejati: Mengapa Curhat ke Chatbot Berisiko? (Pinterest @conexeos_infinitas)
Ilustrasi AI Bukan Sahabat Sejati: Mengapa Curhat ke Chatbot Berisiko? (Pinterest @conexeos_infinitas)

TITIKTEMU.CO - Di era digital, banyak orang menjadikan AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Replika sebagai teman ngobrol.

Praktis, cepat, dan tersedia 24 jam. Namun, menurut Omri Gillath, profesor psikologi dari University of Kansas, interaksi dengan AI terasa "kosong" karena tidak memiliki kedalaman emosional seperti manusia.

Chatbot Dirancang Agar Kamu Betah, Bukan Sembuh

Gillath menjelaskan bahwa perusahaan pengembang AI merancang sistem agar pengguna terus kembali dan betah berlama-lama.

Sifat adiktif ini membuat sebagian orang bergantung, bahkan menjadikan chatbot sebagai "terapis pribadi", padahal AI tidak bisa memberi pelukan, empati nyata, atau mengenalkan kamu pada jaringan sosial baru.

Baca Juga: Lawan Perundungan, Remaja Jateng Didorong “Wani Curhat”

Risiko Saran Salah: Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Psikolog Vaile Wright menegaskan, chatbot AI hanya memberikan jawaban sesuai pola kata yang kamu tulis, bukan berdasarkan kondisi psikologis sebenarnya.

Dalam kasus tertentu, AI bahkan bisa memberi saran yang salah dan berpotensi membahayakan.

Misalnya, menyarankan penggunaan zat tertentu tanpa memahami latar belakang kesehatan penggunanya.

Baca Juga: Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!

Remaja Paling Rawan Terjebak Ketergantungan AI

Menurut laporan Common Sense Media, 72% remaja di AS pernah menggunakan AI sebagai "teman curhat".

Sebagian menggunakannya untuk dukungan emosional, dan 9% bahkan menganggap AI sebagai sahabat dekat. Ini bisa memengaruhi kemampuan mereka membangun hubungan sosial di dunia nyata.:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: drvailewright.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X