Fenomena Rojali dan Rohana Menurut Psikolog: Antara Kebutuhan Sosial, Gengsi, dan Tren Media Sosial

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 28 Juli 2025 | 12:45 WIB
Ilustrasi Fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) (Pinterest @vecteezy)
Ilustrasi Fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) (Pinterest @vecteezy)

Peran Media Sosial dan Tren Konsumtif

Kasandra menambahkan, fenomena ini kini juga dipicu oleh eksistensi online.

Baca Juga: Jadi Tren Anak Muda, Pemkot Kembangkan Industri Kopi di Yogya

Mengunjungi toko-toko elit untuk membuat konten di media sosial memberi rasa memiliki status tertentu, meskipun tanpa transaksi.

Fenomena Rojali dan Rohana bukan sekadar soal daya beli lemah, tetapi kompleks: gabungan faktor psikologi, budaya, hingga kebutuhan identitas sosial. Bagi pelaku usaha, memahami latar belakang ini bisa membantu menyusun strategi marketing yang lebih tepat sasaran.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X