Novel Gadis Kretek Terinspirasi dari Kisah Nyata Keluarga Ratih Kumala. Butuh Riset Lebih dari 4 Tahun

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Selasa, 19 Juli 2022 | 15:59 WIB
Sampul novel Gadis Kretek (pic/tangkapan layar blog.mizanstore.com)
Sampul novel Gadis Kretek (pic/tangkapan layar blog.mizanstore.com)

TITIKTEMU.CO - Saat ini banyak netizen yang masih kepo dengan jalinan cerita novel Gadis Kretek. Apalagi novel itu akan diadaptasi menjadi serial Netflix dengan judul yang sama.

 

Novel karya Ratih Kumala ini sebenarnya terinspirasi dari pabrik rokok kretek kakeknya. Sang kakek memiliki usaha pabrik kretek rumahan –yang gulung tikar sebelum Ratih lahir– di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Novel ini oleh Ratih Kumala dipersembahkan untuk Eyang Kakung  almarhum H Affandi, dan putrinya, Badriyah.

Baca Juga: 'CERITA LUHUT DI KEDAI KOPI', Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Pingin tahu resensi dari novel tersebut? Beriktu TITIKTEMU tampilkan resensi dariAwita Ekasari yang dimuat di blog.mizanstore.com:

Kretek Gadis

Sekali isep, gadis yang Toen impikan muntjul di hadepan Toen

Gadis Kretek, hal. 151

 

Itulah salah satu slogan rokok kretek yang ada di novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala ini. Novel yang telah diterjemahkan dalam bahasa Mesir, Inggris, dan Jerman ini memang kental dengan latar belakang kebudayaan Jawa dan bagaimana sejarah kretek di Indonesia. 

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Ratih Kumala sebenarnya terinspirasi dari pabrik rokok kretek kakeknya. Sang kakek memiliki usaha pabrik kretek rumahan –yang gulung tikar sebelum Ratih lahir - di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

 Baca Juga: Dirgakkum Korlantas: Tak Ada Bekas Rem di TKP Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Bekasi

Dari situlah ide untuk membuat cerita tentang kretek muncul. Salah satu cerita yang paling membekas hingga Ratih dewasa adalah tentang kebiasaan kakeknya melinting sari tembakau yang menempel di telapak tangan setiap kali selesai merajang dan mengolah kretek dengan resep saus keluarga.

Awalnya, Gadis Kretek mau dibuat dalam bentuk cerpen, namun karena hasil riset yang ia lakukan sangat panjang dan lama hingga akhirnya banyak materi yang harus dicantumkan dalam cerita, alhasil Gadis Kretek lahir dalam bentuk novel setebal 274 halaman. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: blog.mizanstore.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X