TITIKTEMU.CO - Resensi novel “Gadis Kretek” ternyata masih banyak diminati netizen. Kali ini TITIKTEMU menghadirkan resensi dari https://senjabahasa.wordpress.com/. Penulis resensi ini memberi rating 4.2*/5* untuk novel karya Ratih Kumala tersebut.
Resensi ini berdasarkan cetakan pertama novel yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2012 berisi 275 halaman.
Baca Juga: Mantan Kiper Bhayangkara Ini Jadi Penjaga Gawang Baru PSIS
Inilah resensinya:
Selain di kemasan rokok, kalimat peringatan itulah yang akan kamu jumpai pertama pada novel Gadis Kretek. Novel yang kaya akan perpaduan wangi tembakau dan cengkeh, sarat aroma cinta yang semerbak di setiap lembarnya.
Novel Gadis Kretek merupakan novel pertama Ratih Kumala yang saya baca dan langsung sukaaa. Gadis Kretek tidak sekadar mengisahkan romansa tetapi juga kental dengan nuansa ke-Indonesia-an, mengangkat budaya Jawa.
Baca Juga: Kuasa Hukum Istri Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo Datangi Dewan Pers Minta Konsultasi
Penulis berhasil menjahit kisah dengan apik, mengkombinasikan antara cinta, keluarga, persaingan bisnis, pertarungan harga diri, budaya, dan sejarah dengan porsi yang pas sehingga membuat pembaca (saya) betah membaca dan berhasil menamatkannya.
Novel ini tergolong fiksi sejarah, bernafas sejarah kretek Indonesia. Mengisahkan bagaimana perkembangan industri rokok Indonesia dari masa ke masa, mulai dari sebelum, saat, dan sesudah bangsa Indonesia merdeka. Pasang surut, lika-liku industri rokok diceritakan dengan telaten tetapi tetap tidak meninggalkan keasyikannya.
Alkisah bermula dari kondisi kesehatan Pak Soeraja, pemilik kretek nomor 1 di Indonesia yang terus menurun. Dalam keadaan sekarat, bukan nama keluarganya yang sering ia sebut. Melainkan nama perempuan yang sayangnya bukan istrinya, nama keramat yang seharusnya tak ia ucapkan; Jeng Yah!
Baca Juga: Ratih Kumala Lega, Produksi Gadis Kretek Didukung Orang-orang Hebat dan Serius di Bidangnya
Ketiga putranya, pewaris Kretek Djagad Raja yakin kalau permintaan terakhir romonya adalah bertemu dengan Jeng Yah. Lebas, Karim, dan Tegar, hendak mewujudkan permintaan romonya itu. Akan tetapi, mengingat penyakit strok yang berhasil membuat romonya susah berbicara dan hanya mengatakan Kota Kudus membuat mereka kesusahan menggali informasi siapa dan di mana Jeng Yah kini berada.
Sementara jika bertanya dengan ibunya, Purwanti, mereka takut membuat ibunya meradang sebab tanpa disangka di usia senjanya nama Jeng Yah sukses membuat ibu mereka termakan api cemburu. Berpacu dengan malaikat maut, berbekal dengan secuil informasi dari romonya, mereka pun pergi ke pelosok Jawa untuk menemukan Jeng Yah.
Artikel Terkait
7 Fakta Menarik Film KKN di Desa Penari, Lokasi Masih Menjadi Teka-teki
Film Pengabdi Setan 2: Communion Lebih Mencekam, Ini Sinopsis dan Jadwal Tayang
5 Film Horor Terlaris dari KKN di Desa Penari Sampai Danur, Ini Peringkatnya
6 Film Iko Uwais, Semuanya tentang Perang Antar Geng
Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Film Ranah 3 Warna Sekuel Negeri 5 Menara
Link Nonton Kau dan Dia 2, Film Romansa Remaja Tayang di MAXStream
Tayang Bulan Juli, Ini 5 Rekomendasi Film Indonesia yang Cocok Ditonton Saat Akhir Pekan