TITIKTEMU.CO - Saat ini banyak netizen yang masih kepo dengan jalinan cerita novel Gadis Kretek. Apalagi novel itu akan diadaptasi menjadi serial Netflix dengan judul yang sama.
Novel karya Ratih Kumala ini sebenarnya terinspirasi dari pabrik rokok kretek kakeknya. Sang kakek memiliki usaha pabrik kretek rumahan –yang gulung tikar sebelum Ratih lahir– di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Novel ini oleh Ratih Kumala dipersembahkan untuk Eyang Kakung almarhum H Affandi, dan putrinya, Badriyah.
Baca Juga: 'CERITA LUHUT DI KEDAI KOPI', Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Pingin tahu resensi dari novel tersebut? Beriktu TITIKTEMU tampilkan resensi dariAwita Ekasari yang dimuat di blog.mizanstore.com:
Kretek Gadis
Sekali isep, gadis yang Toen impikan muntjul di hadepan Toen
Gadis Kretek, hal. 151
Itulah salah satu slogan rokok kretek yang ada di novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala ini. Novel yang telah diterjemahkan dalam bahasa Mesir, Inggris, dan Jerman ini memang kental dengan latar belakang kebudayaan Jawa dan bagaimana sejarah kretek di Indonesia.
Dikutip dari CNNIndonesia.com, Ratih Kumala sebenarnya terinspirasi dari pabrik rokok kretek kakeknya. Sang kakek memiliki usaha pabrik kretek rumahan –yang gulung tikar sebelum Ratih lahir - di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Dirgakkum Korlantas: Tak Ada Bekas Rem di TKP Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Bekasi
Dari situlah ide untuk membuat cerita tentang kretek muncul. Salah satu cerita yang paling membekas hingga Ratih dewasa adalah tentang kebiasaan kakeknya melinting sari tembakau yang menempel di telapak tangan setiap kali selesai merajang dan mengolah kretek dengan resep saus keluarga.
Awalnya, Gadis Kretek mau dibuat dalam bentuk cerpen, namun karena hasil riset yang ia lakukan sangat panjang dan lama hingga akhirnya banyak materi yang harus dicantumkan dalam cerita, alhasil Gadis Kretek lahir dalam bentuk novel setebal 274 halaman.
Artikel Terkait
Arya Saloka, Dian Sastro dan Putri Marino akan Adu Akting di Serial “Gadis Kretek”
Ini Dia Resensi Novel “Gadis Kretek”. Kisah Pencarian Jeng Yah dan Konflik Bisnis Rokok
Peresensi Ini Beri Bintang 5 untuk Novel “Gadis Kretek” yang Sarat Aroma Cinta
Hari Ini Arya Saloka Ultah. Hengkang dari Ikatan Cinta, di Gadis Kretek Dapat Peran Menantang sebagai Lebas
Ini Cast Gadis Kretek: Dian Sastro (Dasiyah), Putri Marino (Arum), Arya Saloka (Lebas), Ario Bayu (Soeraja)
Ratih Kumala Lega, Produksi "Gadis Kretek" Didukung Orang-orang Hebat dan Serius di Bidangnya
Penulis Resensi Ini Beri Rating 4.2*/5* untuk Novel “Gadis Kretek”. E-novel Ini Bisa Dibaca di @ipusnas