Cerita Gadis Kretek berawal dari Soeraja, pemilik Kretek Djagad Raja (kretek terbesar di Indonesia yang lahir di Kudus). Soeraja yang sekarat melindur menyebut nama Jeng Yah, melihat hal itu Lebas - putra bungsu Soeraja penasaran dan ingin mencari tahu soal Jeng Yah.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Pertamina: 11 Orang Meninggal, 2 Jenazah Suami-Istri Teridentifikasi
Dalam pencarian itulah, ia menemukan banyak fakta baru seputar kretek Djagad Raya. Novel ini memiliki latar belakang Jawa yang sangat kental. Berlatar belakang di Cirebon, Kudus, Jakarta, Magelang, dan inisial kota M. Banyak yang menebak-nebak kota M adalah inisial dari kota Muntilan.
Membaca novel ini selain menambah pengetahuanmu tentang dunia perkretekan di Indonesia, tapi juga memahani bagaimana konflik dan persaingan bisnis kretek kala itu, menjadikan sejarah sebagai sebuah nyawa dalam cerita di buku ini.
Gaya bertutur Ratih Kumala yang lebih banyak menggunakan narasi daripada dialog, nyatanya mampu menjelaskan dengan gamblang pada para pembaca.
Baca Juga: 'LOVE IN TURKEY' Episode 16, Oleh: AhliyaMujahidin
Satu hal yang kental dan khas dari Gadis Kretek tentu saja penggambaran aroma kretek, cengkeh, dan tembakau yang sangat kuat. Bagaimana Ratih Kumala yang bukan seorang penikmat kretek mampu membuat kita menikmati kretek tanpa perlu menghisapnya. Hal itu mungkin karena dipengaruhi dengan riset panjang yang ia lakukan.
Dikutip dari CNNIndonesia.com, Gadis Kretek menghabiskan riset selama lebih dari empat tahun lamanya. Akhirnya, novel ini tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya.
Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia, konflik bisnis, dan cinta.
Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.***
Artikel Terkait
Arya Saloka, Dian Sastro dan Putri Marino akan Adu Akting di Serial “Gadis Kretek”
Ini Dia Resensi Novel “Gadis Kretek”. Kisah Pencarian Jeng Yah dan Konflik Bisnis Rokok
Peresensi Ini Beri Bintang 5 untuk Novel “Gadis Kretek” yang Sarat Aroma Cinta
Hari Ini Arya Saloka Ultah. Hengkang dari Ikatan Cinta, di Gadis Kretek Dapat Peran Menantang sebagai Lebas
Ini Cast Gadis Kretek: Dian Sastro (Dasiyah), Putri Marino (Arum), Arya Saloka (Lebas), Ario Bayu (Soeraja)
Ratih Kumala Lega, Produksi "Gadis Kretek" Didukung Orang-orang Hebat dan Serius di Bidangnya
Penulis Resensi Ini Beri Rating 4.2*/5* untuk Novel “Gadis Kretek”. E-novel Ini Bisa Dibaca di @ipusnas