“Sedulur Papat Lima Pancer” Hadirkan Pertunjukan Musik Sarat Filosofi di Boyolali

photo author
Afriadi, TitikTemu.co
- Minggu, 26 April 2026 | 13:57 WIB
Pertunjukan spektakuler Sedulur Papat Lima Pancer di Taman Gombang Syahdu (TGS), Sawit, Boyolali, pada Sabtu malam 25 April 2026. (Istimewa )
Pertunjukan spektakuler Sedulur Papat Lima Pancer di Taman Gombang Syahdu (TGS), Sawit, Boyolali, pada Sabtu malam 25 April 2026. (Istimewa )

BOYOLALI – Suasana berbeda terasa di Taman Gombang Syahdu (TGS), Sawit, Boyolali, pada Sabtu malam 25 April 2026. Ribuan warga memadati area taman untuk menyaksikan pertunjukan musik yang tak biasa dan penuh makna.

Jika biasanya hiburan di ruang publik identik dengan dangdut koplo, kali ini masyarakat Desa Gombang dan sekitarnya disuguhkan pertunjukan musik yang mengangkat nilai-nilai filosofi kehidupan. Acara bertajuk Sedulur Papat Lima Pancer ini menjadi daya tarik tersendiri karena konsepnya yang unik dan berbeda.

Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari program seni yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP. Mengusung konsep lintas seni, acara ini menghadirkan kolaborasi berbagai komunitas dan seniman.

Mengangkat Filosofi Jawa yang Mendalam

 

Pertunjukan spektakuler Sedulur Papat Lima Pancer di Taman Gombang Syahdu (TGS), Sawit, Boyolali, pada Sabtu malam 25 April 2026.
Pertunjukan spektakuler Sedulur Papat Lima Pancer di Taman Gombang Syahdu (TGS), Sawit, Boyolali, pada Sabtu malam 25 April 2026. (Istimewa )

Komposer Dwi Priyo Sumarto sebagai penggagas menjelaskan bahwa “Sedulur Papat Lima Pancer” bukan sekadar judul, melainkan filosofi penting dalam budaya Jawa. Konsep ini menggambarkan hubungan manusia dengan empat unsur pendamping serta pusat keseimbangan diri.

"Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan musik yang mampu menyentuh sisi emosional dan spiritual penonton. Tema besar yang diusung juga menggambarkan perjalanan jiwa dan dinamika batin manusia dalam mencari harmoni hidup," ujar Priyo.

Sejumlah komunitas turut memeriahkan acara ini, di antaranya Kemlaka, Gong Sotra, Pesona Nusantara, Hafiz YM, Teater Akar, hingga Ashanaira. Kolaborasi ini menciptakan pengalaman artistik yang kaya dan beragam bagi para penonton.

Ruang Hiburan Sekaligus Refleksi

Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat. Penonton diajak memahami pentingnya keseimbangan dalam kehidupan, baik secara spiritual maupun sosial.

Antusiasme warga juga terlihat dari keterlibatan langsung dalam mendukung acara. Mulai dari penataan area UMKM yang rapi, pengelolaan parkir, hingga penataan taman desa yang menyatu dengan panggung pertunjukan.

Dengan latar alam Taman Gombang Syahdu yang asri, Dwi Priyo berharap pertunjukan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda budaya yang melibatkan berbagai pihak di Boyolali.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Afriadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X