TITIKTEMU.CO - Keadilan: The Verdict, karya kolaborasi dua sineas berbeda negara, Lee Chang-hee dan Yusron Fuadi, siap hadir di layar lebar Indonesia mulai 20 November 2025.
Film produksi MD Pictures, JNC Media Group, dan Innikor Pictures ini mempertemukan dua aktor papan atas Indonesia: Reza Rahadian dan Rio Dewanto.
Reza mengungkapkan bahwa Keadilan: The Verdict menyajikan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Meski mengangkat isu keadilan—tema yang biasanya berat—film ini dirancang tetap mudah diikuti dan tidak memberikan kesan menggurui.
Menurut Reza, film ini mampu merangkul penonton luas karena bahasannya sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Spektrum keadilan itu luas banget.
Tapi film ini justru ringan, mudah dipahami, dan disampaikan dengan cara yang seru. Tidak mencoba sok paling adil,” ujarnya.
Baca Juga: Pulang dalam Sunyi: Misteri 8 Bulan Hilangnya Alvaro dan Jejak Tragis yang Terbongkar
Dua Sineas Berpengalaman di Balik Layar
Film ini menjadi ajang kolaborasi menarik dari dua pembuat film berbakat.
Lee Chang-hee, sutradara Korea Selatan yang sukses lewat serial A Killer Paradox di Netflix, kembali membawa sentuhan khasnya ke dalam dunia sinema Indonesia.
Sementara itu, Yusron Fuadi, yang sebelumnya dikenal lewat film Setan Alas!—peraih Film Terbaik JAFF Indonesian Screen Awards 2023—memberi warna berbeda dalam produksi ini.
Kehadiran mereka melahirkan campuran gaya bertutur yang unik dan berani, ditambah dukungan para aktor berpengalaman yang membuat film ini semakin solid.
Baca Juga: Dari Munas ke Meja Kebijakan: MUI Dorong Koperasi Merah Putih Punya Jalur Syariah
Pahlawan yang Berubah Menjadi Antihero
Salah satu hal yang membuat Reza tertarik adalah cara film ini membalikkan perspektif tentang sosok pahlawan.
Artikel Terkait
Pulang dalam Sunyi: Misteri 8 Bulan Hilangnya Alvaro dan Jejak Tragis yang Terbongkar
Perang Balpres Ilegal: Ketika Pedagang Merintih, Negara Bertindak, dan Tuduhan Menguap di Udara
Dari Munas ke Meja Kebijakan: MUI Dorong Koperasi Merah Putih Punya Jalur Syariah
Menjelang 2026: Ketakutan Kriminalisasi Mencuat, Pemerintah Klaim KUHP Baru Lebih Terkontrol
Mahfud MD: Demokrasi Kita Jalan, Tapi Tanpa Ruh: Autocratic Legalism Mengintai?
Dentuman di Ujung Harapan: Pemulung Tewas Diduga Akibat Mortir Tersembunyi di Tumpukan Rongsok
Aksi Tertahan, Gelombang Baru Menanti: Buruh Siapkan Demo Lanjutan hingga Ancaman Mogok Nasional
Pengakuan Nenek Alvaro: Alibi Bangkai Anjing Adik pelaku Tutupi Keberadaan Jasad
Begini Cara Dapat Diskon Tiket KA Nataru 30 Persen
Link War Tiket Diskon Kereta Api Nataru, Cara Beli dan Strategi Biar Nggak Kehabisan