Fakta Unik Film Abadi Nan Jaya: Saat Zombie Bertemu Budaya Nusantara di Netflix

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:05 WIB
Film Abadi Nan Jaya berhasil mencuri perhatian penonton global di Netflix (Kolase tangkapan layar dari akun Instagram @astridsabudiono)
Film Abadi Nan Jaya berhasil mencuri perhatian penonton global di Netflix (Kolase tangkapan layar dari akun Instagram @astridsabudiono)

Proses produksi film ini bisa dibilang gila-gilaan.

Selama enam bulan, tim riset mempelajari cara tubuh manusia bereaksi terhadap luka, gigitan, dan pembusukan untuk menciptakan 200 karakter zombie dengan gaya gerak berbeda-beda.

Setiap zombie dibuat punya cerita visual sendiri, tergantung jenis infeksi yang dialami. Hasilnya? Penonton bisa benar-benar merasakan bahwa wabah ini “hidup”.

Sentuhan Lokal yang Menguatkan Cerita

Selain elemen horor, “Abadi Nan Jaya” juga sarat dengan unsur budaya Indonesia—mulai dari tradisi khitanan, musik dangdut, azan, hingga petasan yang digunakan sebagai simbol kehidupan desa.

Unsur-unsur ini tak hanya memperkaya suasana, tapi juga membuat film terasa sangat autentik dan dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Abadi Nan Jaya Tembus 10 Top Netflix Global, Ditonton 11 Juta Kali, Apa Menariknya Film Ini?

Kimo Stamboel: Konsisten Bawa Horor Lokal ke Level Dunia

Sebagai sutradara, Kimo Stamboel dikenal lewat karya seperti KKN di Desa Penari, Ratu Ilmu Hitam, dan Rumah Dara.

Dalam “Abadi Nan Jaya”, ia kembali membuktikan bahwa film horor Indonesia punya potensi global tanpa kehilangan akar budayanya.

Kimo bukan hanya membuat penonton takut, tapi juga mengajak mereka berpikir tentang keserakahan, waktu, dan batas moral manusia.

Film Zombie yang Bikin Bangga

“Abadi Nan Jaya” bukan cuma tontonan menyeramkan—ia adalah perayaan kreativitas lokal. Film ini berhasil menunjukkan bahwa kisah zombie tak harus datang dari Hollywood; kadang, ketakutan paling besar justru tumbuh dari tanah sendiri.

Dengan segala riset, simbolisme, dan sentuhan budaya yang dalam, film ini pantas disebut sebagai tonggak baru dalam sejarah horor Indonesia modern.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Netflix

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X