TITIK TEMU.CO
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Perdagangan Luar Negeri Persatuan Emirat Arab (PEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Istana Merdeka, Jumat (3/09/2021) pagi.
Pertemuan tersebut menindaklanjuti Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Persatuan Emirat Arab (PEA), atau Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) sehari sebelumnya.
Baca Juga: Bangga, Ada Brand Lokal Indonesia Yang Akan Melenggang Di New York Fashion Week
Menurut Presiden, kunjungan Menlu PEA memberikan nilai strategis, dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Presiden menyambut baik perundingan Indonesia-UAE CEPA yang putaran pertama masih berlangsung,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi seperti dikutip www.setkab.go.id.
Retno menyampaikan Presiden berharap perundingan selesai kurang dari satu tahun. Dalam beberapa bulan ke depan diharapkan mencapai progres yang cukup signifikan. Kepala Negara berharap IUAE-CEPA dapat meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.
Baca Juga: Arab Saudi Cabut Larangan Terbang Langsung. Sudah Boleh Umrah?
“Saat ini angka perdagangan kedua negara baru 2,9 miliar dolar AS. Melalui CEPAdiharapkan bisa naik 2 hingga 3 kali lipat,” ungkap Retno.
Tak hanya di sektor perdagangan, IUAE-CEPA diharapkan bisa meningkatkan investasi, khususnya infrastruktur, ketahanan kesehatan, serta ekonomi hijau dan berkelanjutan.
“Kita mengharapkan UAE akan menjadi mitra utama bagi investasi di Indonesia,” kata Menlu.
Ratno melanjutkan dalam kesempatan itu Jokowi ingin ada kemajuan terhadap kerja sama Indonesia dan Persatuan Emirat Arab untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.
“Presiden mengapresiasi dukungan UAE kepada Indonesia selama pandemi, salah satunya sumbangan 750 ribu dosis vaksin Sinopharm. Kerja sama kesehatan akan menjadi salah satu prioritas kedua negara,” pungkas Menlu.***