TITIKTEMU.CO YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) akan menyelenggarakan pelatihan produktivitas tenaga kerja dan pembinaan lembaga pelatihan kerja pada tahun 2022.
Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkot Yogyakarta, pelatihan terbagi dalam 12 jenis ketrampilan dengan menyasar total 260 orang peserta. Selain itu, juga dilaksanakan program magang untuk 50 orang peserta.
Baca Juga: Ramai Dihujat Netizen, Ashanty: Saya Sedih dan Stres
Baca Juga: Karim Benzema Cetak Gol ke 300 Gol untuk Real Madrid Saat Kalahkan Valencia 4-1 di LaLiga
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Erna Nur Setyaningsih menyampaikan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil, produktif dan sesuai standar kompetensi industri/perusahaan semakin meningkat.
Terlebih adanya perkembangan teknologi industri yang pesat yang berdampak pada kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi yang dimiliki tenaga kerja.
Baca Juga: Agroeduwisata Krisan, Upaya Pemkab Kulon Progo Tingkatkan Produksi Tanaman Buah
“Oleh karena itu dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja perlu diberikan pelatihan dan pemagangan bagi calon tenaga kerja yang ada di Kota Yogyakarta,” kata Erna.
Erna juga menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan tersebut adalah memberikan bekal keterampilan bagi pencari kerja masyarakat Kota Yogyakarta sehingga mempunyai keterampilan untuk bekal bekerja dan atau berwirausaha.
Selanjutnya Erna juga menuturkan bahwa untuk peningkatan kualitas/kompetensi tenaga kerja diperlukan peran serta swasta yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Melalui LPK yang memiliki instruktur yang sesuai dengan kompetensinya maka para tenaga kerja dilatih dan ditingkatkan kompetensinya agar memenuhi syarat mutu tenaga kerja.
Baca Juga: Menyambangi Gligir Pasang, Perkampungan Tertinggi di Kabupaten Klaten
“Kami juga memiliki program kegiatan pembinaan LPK agar LPK di Kota Yogyakarta memiliki dan memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan sebagai penyelenggara pelatihan,” jelasnya.
Mengacu dua hal di atas maka pemenuhan standar kompetensi LPK sangat diperlukan agar mampu mencetak peserta didik yang memenuhi standar kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian dua hal tersebut menjadi satu kesatuan dalam proses pembinaannya.
Rincian program pelatihan yang diadakan, antara lain pelatihan satpam untuk 20 orang, pelatihan stir mobil dan SIM A untuk 40 orang yang terbagi dalam 2 angkatan.