TITIKTEMU.CO PONTIANAK - Akar Laka (Dalbergia parviflora) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang mempunyai prospek menjanjikan dalam perdagangan.
Akar Laka yang berukuran besar dapat dibuat berbagai macam hiasan seperti gelang dan kalung.
Baca Juga: Kapan Malam Nuzulul Quran 2023? Catat Tanggal dan Amalan yang Luar Biasa Pahalanya
Bagi masyarakat etnis tertentu, serpihan akar laka dapat dijadikan bahan untuk wewangian.
Komoditas pertanian asal Kalimantan Barat ini sudah merambah ke pasar internasional.
Baca Juga: Universitas Negeri Semarang gelar kuliah umum dan bedah buku Aliansi Demokrasi Rakyat
Sebanyak 10.000 kilogram akar laka bernilai 300 juta rupiah diekspor ke Tiongkok menggunakan kapal Indo Sukses 50/V.061W.
Sebelum dikirim, pejabat Karantina Pertanian Pontianak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Langkah pemeriksaan meliputi pemeriksaan secara visual dan kesehatan akar laka, serta memastikan kelengkapan dokumen persyaratan ekspor terpenuhi.
“Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti, dipastikan seluruh media pembawa tersebut aman dan bebas dari Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPT). Akar laka ini juga sudah dilengkapi dokumen SATS-LN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Luar Negeri) dari BKSDA Provinsi Kalbar,” ujar Didin dari BKSDA Kalimantan Barat.
Proses terakhir, lanjut Didin, yaitu penerbitan sertifikat fitosanitari sebagai dokumen persyaratan ekspor di negara tujuan.
“Melalui ekspor akar laka ini menunjukkan bahwa sumber daya alam yang ada di Kalimantan Barat khususnya akar laka dapat dijadikan sebagai potensi ekspor yang menjanjikan,”ujar Amir Hasanuddin Kepala Karantina Pertanian Pontianak.