Ekspor Produk Pertanian Akhir Tahun Jateng Rp 51 Milyar. Total Tahun 2021 Senilai Rp 11 Trilyun Lebih

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Minggu, 2 Januari 2022 | 19:46 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo lepas ekspor produk pertanian akhir tahun (jatengprov.go.id)
Gubernur Ganjar Pranowo lepas ekspor produk pertanian akhir tahun (jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Pada penghujung 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali melepas ekspor produk pertanian sebanyak 637,6 ton, dengan total nilai ekspor Rp51 miliar. Pelepasan dilakukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (31/12/2021).

Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyokong eskpor produk-produk pertanian di Indonesia. Selama tahun 2021, total ekspor pertanian Jateng ke berbagai negara mencapai Rp11,10 triliun.

Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp9,13 triliun.

Baca Juga: Bikin Meleleh, Ini 7 Kedai Es Krim di Jogja dengan Sajian Menghanyutkan

Produk pertanian yang diekspor antara lain wasabi, cabai hijau, mukimame, kopi, kapok, albasia bare core, gula merah, sarang burung walet, tepung terigu, dan tepung porang.

“Saya senang karena di ujung tahun ini, digebrak lagi ekspor kita. Kita dampingi terus dan kita dorong agar ekspor kita terus meningkat,” kata Ganjar.

Ganjar juga berdialog dengan sejumlah eksportir asal Jawa Tengah. Mereka menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi, di antaranya sulitnya kontainer dan kapal untuk mengangkut barang.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pulang dengan Gelar Fair Play Team Award Piala AFF 2020, dan Arhan Pemain Muda Terbaik

“Memang ada beberapa problem di eksportir soal kontainer dan kapal. Tentu akan kita bantu. Namun ada juga yang mengeluhkan kekurangan tenaga kerja, ini yang menarik,” jelasnya.

Salah satu eksportir sarang burung walet mengatakan kepada Gubernur jika perusahan yang dikelolanya kekurangan tenaga kerja. Ia meminta ke Ganjar agar bisa membantu menyediakan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang.

“Ini yang menarik, ada peluang bagus karena ekspor sarang burung walet kekurangan tenaga kerja. Itu butuh sampai 1.000 orang. Maka kalau ada yang butuh pekerjaan, bisa melamar,” terangnya.

Baca Juga: Tayang di Bioskop 6 Januari, Ini Sinopsis Film ‘Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga’

Ganjar mengatakan, ekspor merupakan salah satu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Per tanggal 16-18 Desember 2021 saja, Jateng mampu mencatatkan nilai ekspor sebanyak 6.078,3ton dengan nilai Rp528,9 miliar.

“Untuk itu, kami akan terus membantu dan mendampingi semua pihak, agar program ekspor Jateng bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya,” pungkas Gubernur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X