ekonomi

Merasa Sudah Kelas Menengah? Data BPS Bisa Bikin Gen Z Melihat Kondisi Keuangan dengan Cara Berbeda

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Punya gaji tetap, bisa nongkrong sesekali, punya smartphone bagus, dan masih sanggup mencicil kendaraan? Rasanya memang seperti sudah masuk kelas menengah.

Tapi menurut data BPS, posisi ekonomi seseorang ternyata tidak sesederhana penampilan gaya hidup.

BPS mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat pengeluaran per kapita, bukan sekadar pekerjaan, jumlah gaji, atau barang yang dimiliki.

Karena itu, seseorang yang terlihat cukup mapan belum tentu berada di kategori kelas menengah.

Baca Juga: Barter Skill Antar Ortu: Saat Jagain Anak Bisa Dibayar dengan Waktu, Bukan Uang

Kelas Menengah Indonesia Ternyata Tidak Sebanyak yang Dibayangkan

Dalam pengelompokan BPS, masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengeluaran terhadap garis kemiskinan. Kelompok rentan miskin berada pada 1 hingga 1,5 kali garis kemiskinan, sementara kelompok menuju kelas menengah berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 kali.

Adapun kelas menengah berada pada rentang 3,5 hingga 17 kali garis kemiskinan. Di atasnya terdapat kelas atas dengan pengeluaran lebih dari 17 kali garis kemiskinan.

Data BPS September 2024 menunjukkan hanya 17,25 persen penduduk Indonesia atau sekitar 48,41 juta orang yang masuk kategori kelas menengah. Sementara itu, kelompok menuju kelas menengah mencapai 49,29 persen atau sekitar 138,31 juta orang.

Baca Juga: Panas Belum Pergi, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo: Ada Apa dengan Hotspot Karhutla?

Angka ini menarik karena banyak orang mungkin merasa dirinya sudah “middle class”, padahal secara statistik justru berada di kelompok menuju kelas menengah.

Kenapa Gen Z Bisa Salah Membaca Posisi Ekonominya?

Media sosial punya andil dalam mengaburkan batas tersebut. Kopi kekinian, liburan singkat, gadget terbaru, atau makan di restoran sesekali bisa menciptakan kesan bahwa kondisi finansial sudah aman.

Padahal, gaya hidup dan ketahanan ekonomi adalah dua hal berbeda. Seseorang bisa terlihat konsumtif tetapi tidak memiliki dana darurat yang cukup, masih bergantung pada cicilan, atau akan kesulitan jika kehilangan penghasilan selama beberapa bulan.

Baca Juga: Download EA Sports FC 26 PPSSPP untuk Android dan PC: Panduan Lengkap dan Aman

BPS sendiri menekankan bahwa kelompok menuju kelas menengah dan kelas menengah punya peran besar dalam perekonomian. Pada 2024, kedua kelompok tersebut mencakup 66,35 persen penduduk dan menyumbang 81,49 persen dari total konsumsi masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini