Di tengah fase investasi, HUMI tetap mampu menjaga pertumbuhan kinerja operasional. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar USD128,15 juta, meningkat 0,37 persen. Pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis HUMI di tengah tantangan industri maritim dan energi global sekaligus mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga tingkat utilisasi aset serta mempertahankan kontribusi dari bisnis inti.
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang 3 Bulan, Cek Nama Kamu Masuk 33,2 Juta Penerima?
Menurut Ari Askhara, kombinasi antara penguatan armada LNG dan LPG, diversifikasi usaha, serta dukungan kuat dari institusi keuangan akan menjadi fondasi penting bagi fase pertumbuhan HUMI berikutnya.
"Kami tidak hanya membangun aset, tetapi membangun kapasitas masa depan. Penambahan armada LNG dan LPG memperkuat bisnis inti kami, sementara diversifikasi usaha memperluas sumber pertumbuhan baru bagi Grup," kata Ari.
Dengan fondasi yang semakin kuat, dukungan institusi keuangan yang terus meningkat, serta peluang pasar energi yang masih sangat besar, pihaknya optimistis HUMI berada pada posisi yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Memasuki tahun 2026, HUMI akan fokus pada optimalisasi aset yang telah diakuisisi, peningkatan utilisasi armada, penguatan sinergi antar-unit usaha, serta pengembangan peluang bisnis baru yang dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kinerja perseroan.
Dengan armada yang semakin kuat, portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, serta dukungan pendanaan yang solid, HUMI optimistis investasi yang dilakukan sepanjang tahun 2025 akan menjadi katalis utama pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang.
"Kami percaya tahun 2025 adalah tahun pembangunan fondasi. Tahun-tahun berikutnya akan menjadi fase optimalisasi dan monetisasi dari investasi yang telah kami lakukan. Dengan strategi yang tepat dan disiplin eksekusi yang kuat, HUMI berada pada posisi yang semakin baik untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," pungkas Ari Askhara.***
Artikel Terkait
Syarat & Cara Mengajukan GoPay Pinjam dengan Mudah dan Simpel
Harga Pertamax Resmi Naik Mulai 10 Juni 2026, Simak Daftar BBM Pertamina Terbaru di Seluruh Indonesia
BPNT Komplementer Juni 2026: Siapa yang Berhak Menerima dan Cara Cek Statusnya?
UPDATE Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax Green Tembus Rp17.000, Apa Penyebabnya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun Rp10.000, Cuan Buyback Masih Oke?
Menkeu Purbaya Sebut Kenaikan Harga Pertamax Tak Picu Inflasi Tinggi, Dampaknya Dinilai Sangat Terbatas
Ekonom INDEF: Rupiah Bukan Penentu Utama Kekuatan Ekonomi, Indonesia Perlu Perkuat Fondasi Sektor Riil