TITIKTEMU.CO, Jakarta - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menutup tahun buku 2025 dengan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui investasi strategis dan diversifikasi usaha.
HUMI yang merupakan bagian dari Humpuss Group bergerak di sektor maritim, logistik, dan energi, menyatakan di tengah dinamika geopolitik global, volatilitas pasar energi, serta tantangan industri maritim internasional, Perseroan tetap menunjukkan ketahanan bisnis dengan mencatatkan pertumbuhan aset dan pendapatan, sekaligus memperluas kapasitas usaha untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.
Direktur Utama HUMI, Ari Askhara, mengatakan bahwa tahun 2025 merupakan tahun investasi bagi Perseroan, di mana fokus utama diarahkan untuk membangun fondasi yang lebih kuat guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dalam laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, menunjukkan total aset HUMI meningkat 15,18% menjadi USD 346,16 juta dibandingkan USD 300,53 juta pada tahun 2024.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Perseroan sepanjang tahun dan mencerminkan keberhasilan strategi investasi yang difokuskan pada penguatan aset produktif serta pembangunan sumber pertumbuhan baru.
Baca Juga: Pertamax Naik, Langsung Pindah ke Pertalite? Jangan Sampai Hemat Hari Ini, Mesin Menyesal Besok
"Tahun 2025 merupakan momentum penting bagi HUMI untuk memperkuat muscle Perseroan melalui investasi pada aset-aset produktif, penambahan armada LNG dan LPG, serta diversifikasi usaha ke sektor energi hilir," ujar Ari Askhara dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Ari Askhara, langkah-langkah ini diambil untuk memastikan HUMI tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari Humpuss Group.
Sepanjang tahun 2025, HUMI melalui entitas anak usaha melakukan investasi signifikan dengan menambah aset-aset produktif berupa kapal pengangkut LNG dan kapal tanker LPG. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat posisi Perseroan dalam rantai logistik energi nasional sekaligus meningkatkan kapasitas dalam melayani kebutuhan distribusi energi yang terus berkembang.
Penambahan armada tersebut menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan aset Perseroan. Investasi pada kapal LNG dan tanker LPG diharapkan dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue) dalam jangka panjang, memperluas basis pelanggan, meningkatkan utilisasi armada, serta memperkuat daya saing Perseroan pada segmen bisnis energi yang memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.
Selain memperkuat bisnis inti, HUMI juga melanjutkan strategi diversifikasi usaha melalui akuisisi PT Solusi Prisma Metana (SPM) oleh anak usaha Perseroan, PT GTS Internasional Tbk GTSI).
SPM merupakan salah satu pionir bisnis LNG retail di Indonesia yang fokus menyediakan LNG sebagai alternatif energi yang lebih bersih, lebih ramah lingkungan, dan menjadikan biaya operasional yang lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional. Melalui model distribusi LNG dalam kemasan Dewar berkapasitas 175 liter, SPM melayani pelanggan komersial dan industri, khususnya sektor Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe).
Artikel Terkait
Syarat & Cara Mengajukan GoPay Pinjam dengan Mudah dan Simpel
Harga Pertamax Resmi Naik Mulai 10 Juni 2026, Simak Daftar BBM Pertamina Terbaru di Seluruh Indonesia
BPNT Komplementer Juni 2026: Siapa yang Berhak Menerima dan Cara Cek Statusnya?
UPDATE Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax Green Tembus Rp17.000, Apa Penyebabnya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun Rp10.000, Cuan Buyback Masih Oke?
Menkeu Purbaya Sebut Kenaikan Harga Pertamax Tak Picu Inflasi Tinggi, Dampaknya Dinilai Sangat Terbatas
Ekonom INDEF: Rupiah Bukan Penentu Utama Kekuatan Ekonomi, Indonesia Perlu Perkuat Fondasi Sektor Riil