Harga Emas Turun Drastis pada Senin, 9 Maret 2026? Faktor Utama Pengaruh Dolar AS, Ini Penyebabnya!

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Senin, 9 Maret 2026 | 10:30 WIB
Harga emas turun tajam pada Senin, 9 Maret 2026 akibat penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak. Simak penyebab lengkapnya di sini! (Pixabay)
Harga emas turun tajam pada Senin, 9 Maret 2026 akibat penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak. Simak penyebab lengkapnya di sini! (Pixabay)

TITIKTEMU.CO - Harga emas turun tajam pada Senin, 9 Maret 2026 akibat penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak. Simak penyebab lengkapnya di sini!

Penurunan harga emas dunia pada Senin, 9 Maret 2026, menjadi sorotan para investor. Setelah sebelumnya stabil, harga emas kini mengalami penurunan cukup signifikan di tengah penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak global.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan inflasi yang semakin meningkat. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi turut memperlemah daya tarik emas sebagai aset investasi. Faktor-faktor geopolitik juga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan komoditas ini.

Penyebab Utama Penurunan Harga Emas Dunia

Penguatan Dolar AS Menekan Harga Emas

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi penurunan harga emas hari ini adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik hingga 0,7 persen ke level 99,673 pada Senin pagi. Ini menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.

Karena emas diperdagangkan menggunakan dolar AS, penguatan mata uang ini membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia menurun sehingga memicu penurunan harga emas di pasar global.

Selain penguatan dolar, kenaikan tajam harga minyak dunia turut menjadi faktor penurunan harga emas. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global yang dapat memengaruhi kebijakan moneter bank sentral dunia.

Inflasi yang tinggi sering kali membuat bank sentral menaikkan suku bunga untuk menekan kenaikan harga. Kebijakan suku bunga tinggi ini cenderung mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen keuangan lainnya.

Penurunan Harga Emas di Pasar Spot dan Berjangka

Pada perdagangan Senin pagi, harga emas di pasar spot tercatat turun sekitar 1,56 persen menjadi US$ 5.078,5 per troy ons. Angka ini merupakan posisi terendah dalam dua pekan terakhir sejak 19 Februari 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga mengalami penurunan sebesar 2,1 persen ke level US$ 5.049,40 per ons. Data ini menunjukkan tren pelemahan yang signifikan di pasar komoditas global.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memberikan dampak negatif terhadap pasar. Kekhawatiran akan potensi konflik di wilayah tersebut menciptakan ketidakpastian yang memengaruhi keputusan investasi para pelaku pasar global.

Di sisi lain, kebijakan moneter global yang cenderung mendukung penguatan dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Dengan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, investor lebih memilih beralih ke instrumen investasi lain yang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan emas.

Apakah Tren Penurunan Harga Emas Akan Berlanjut?

Banyak pelaku pasar kini bertanya-tanya apakah tren penurunan ini akan terus berlanjut atau hanya bersifat sementara. Untuk itu, investor perlu memantau perkembangan kebijakan moneter bank sentral, pergerakan dolar AS, serta situasi geopolitik global yang dapat memengaruhi arah pasar komoditas ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abi Zahy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X