TITIKTEMU.CO - Harga emas dunia hari ini terkoreksi setelah sebelumnya mencatat reli tajam selama empat hari berturut-turut.
Aksi ambil untung dari para pelaku pasar membuat harga logam mulia tergelincir ke bawah level psikologis US$ 5.200 per troi ons.
Pada Selasa 24 Februari, harga emas spot turun sekitar 1,53% menjadi US$ 5.147,30 per troi ons pada pukul 15.04 WIB. Koreksi terjadi setelah emas melonjak lebih dari 7% dalam empat sesi sebelumnya.
Penurunan harga emas dunia kali ini dipicu faktor teknikal dan fundamental. Setelah reli cepat, banyak investor memilih merealisasikan keuntungan, terutama saat pasar China kembali aktif usai libur Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Harga Emas Antam 24 Februari 2026 Naik 1,35%, Tembus Rp 3.068.000 per Gram
Ketidakpastian Global Masih Jadi Penopang
Sebelumnya, harga emas naik karena meningkatnya ketidakpastian global. Kebijakan perdagangan Presiden AS yang kembali menggulirkan wacana kenaikan tarif impor menjadi salah satu pemicu utama.
Trump menyatakan akan menaikkan pungutan impor global menjadi 15%, setelah sebelumnya kebijakan tarif 10% mulai diberlakukan.
Kebijakan tersebut memicu kebingungan di pasar, terutama setelah adanya putusan Mahkamah Agung AS yang menolak tarif timbal balik.
Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS membuat investor cenderung mencari aset safe haven seperti emas.
Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait hubungan AS dan Iran, turut memperkuat minat terhadap emas sebagai lindung nilai.
Baca Juga: Penukaran Uang Baru BI 2026 Periode 2 Dibuka Hari Ini 24 Februari, Cek LINK Pintar.bi.go.id
Volatilitas Masih Dalam Batas Wajar
Menurut Song Jianghen dari Guangdong Southern Gold Market Academy, pergerakan harga emas dalam kisaran 2% masih tergolong normal dalam kondisi pasar saat ini.
Artikel Terkait
4 HP Baru Januari-Februari 2026 di Indonesia, Harga Rp8 Juta-Rp20 Juta
Nasib Investor Emas Antam: Spread Rp219.000 per Gram, Kapan Mulai Cuan?
Ancam Industri Otomotif Lokal, Kadin Minta Presiden Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
99 Prosen Produk AS Masuk RI Tanpa Tarif, Ancaman untuk UMKM atau Peluang Emas?
Kolaborasi ANTAM dan Masyarakat Hasilkan Model Pertanian Sirkular Terpadu untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Desa
Rupiah Menguat ke Rp 16.802 per Dolar AS, Isu Tarif Global dan Sinyal The Fed Bayangi Pasar
IHSG Melonjak ke 8.396 pada Penutupan Perdagangan, Ratusan Saham Menguat dan Transaksi Tembus Rp24 Triliun